Dokter: Furosemide Percepat Produksi Urine, Risiko Dehidrasi
Jakarta — Furosemide adalah obat diuretik yang dapat mempercepat produksi urine dan menurunkan volume cairan tubuh dalam waktu relatif singkat, kata dr. Eka Laksmi Hidayati, Ketua Unit Kerja Koordinasi Nefrologi IDAI, saat berbincang dengan Pro3 RRI pada Senin, 28 September 2026. Efek ini membuat tubuh mengeluarkan lebih banyak cairan dan elektrolit melalui urine.
Apa itu furosemide dan bagaimana dampaknya?
Menurut dr. Eka, furosemide digunakan pada pasien yang mengalami kelebihan cairan. Obat ini memicu peningkatan jumlah urine sehingga volume cairan tubuh berkurang. Perubahan cairan yang cepat ini seringkali tercermin pada penurunan berat badan dalam waktu singkat.
"Furosemide adalah obat diuretik yang memicu penambahan jumlah urine. Obat ini digunakan pada pasien yang mengalami kelebihan cairan atau cairan tubuhnya lebih banyak,"
Risiko utama: dehidrasi dan hilangnya elektrolit
Peningkatan keluaran urine tidak hanya mengurangi cairan, tetapi juga menyebabkan pengeluaran elektrolit melalui urine. Hal ini menambah risiko kesehatan jika obat digunakan tanpa pengawasan medis.
"Karena furosemide memicu produksi urine. Risiko utamanya adalah kekurangan cairan pada tubuh,"
Dokter menekankan bahwa pengurangan berat badan yang disebabkan furosemide lebih berkaitan dengan hilangnya cairan, bukan penurunan massa tubuh yang sehat. Pengeluaran cairan yang berlebihan justru berpotensi menyebabkan komplikasi, terutama pada kelompok rentan.
Tanda-tanda kekurangan cairan
Beberapa tanda umum yang muncul ketika tubuh kekurangan cairan meliputi rasa haus yang meningkat dan perubahan pada kelenturan kulit atau jaringan tubuh. Gejala ini menjadi indikator penting untuk segera mengevaluasi kondisi pasien.
- Rasa haus yang meningkat
- Perubahan kelenturan tubuh (skin turgor)
- Penurunan berat badan cepat akibat hilangnya cairan
Penggunaan pada atlet dan aturan berat badan
Dalam beberapa cabang olahraga ada ketentuan berat badan yang harus dipenuhi atlet. Namun, menggunakan obat untuk memicu pengeluaran cairan demi memenuhi syarat tersebut dinilai tidak tepat. Penggunaan furosemide dengan tujuan menurunkan berat badan sementara berisiko menimbulkan dehidrasi dan gangguan elektrolit.
Kesimpulan: Furosemide efektif meningkatkan produksi urine dan menurunkan volume cairan tubuh, tetapi membawa risiko dehidrasi dan hilangnya elektrolit jika tidak digunakan sesuai indikasi. Penggunaan obat ini harus berada di bawah pengawasan tenaga medis dan tidak dianjurkan sebagai cara cepat menurunkan berat badan untuk memenuhi persyaratan olahraga.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Kenali Oseltamivir: Obat Antivirus untuk Influenza
Oseltamivir adalah obat antivirus resep untuk influenza A dan B; penggunaan perlu evaluasi medis dan tidak u...
Komisi IX DPR Sosialisasi UU Kesehatan dan Ajak Hidup Sehat
Komisi IX DPR dan Kemenkes sosialisasi UU Kesehatan No.17/2023 di Bekasi, mengajak masyarakat menjaga pola h...
Pemprov Jabar Dorong Sistem Rujukan BPJS Berbasis Kemampuan
Pemprov Jabar dan Kemenkes uji coba sistem rujukan BPJS berbasis kemampuan layanan di Bandung untuk memperce...
Jangan Remehkan Influenza A, Dokter Sebut Gejala Bisa Berat
dr. Hasto Harsono ingatkan agar tak meremehkan influenza A setelah alami gejala berat—demam tinggi, kelelaha...
IDAI Waspadai Dampak Asap Karhutla pada Anak
IDAI mengimbau orang tua waspadai asap karhutla berisi PM2.5 yang meningkatkan risiko ISPA dan pneumonia pad...
Dinkes Jabar Imbau Warga Waspadai Sebaran Influenza Tipe A
Dinkes Jabar mengimbau waspada Influenza Tipe A setelah 65 kasus di Bandung; pantau gejala tiga hari dan seg...