Lokal

Medan Siap Punya Museum Tamadun Melayu, FGD Permuseuman 2026

Bagikan:
Suasana FGD Permuseuman 2026 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan

Medan — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan menggelar Focus Group Discussion (FGD) Permuseuman Tahun 2026 di Medan, Selasa (12/5). Kegiatan ini untuk mendukung program Wali Kota Rico Waas dalam pelestarian sejarah dan budaya. Tema FGD yaitu "Museum Kuat, Budaya Hebat, Generasi Berkarakter", diikuti akademisi, budayawan, penggiat museum, dan pemerhati sejarah.

Tujuan dan pembukaan acara

Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, OK Zulfani Anhar. Ia menekankan peran strategis museum dalam menjaga identitas budaya dan membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, museum bukan sekadar tempat menyimpan benda, tetapi juga pusat edukasi dan pewarisan nilai peradaban.

"Pelestarian sejarah dan budaya tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, budayawan, dan masyarakat agar museum mampu hidup dan menjadi bagian penting dari kehidupan publik,"

Narasumber dan inti paparan

FGD menghadirkan tiga narasumber utama yang membahas penataan koleksi, fungsi museum modern, dan pelestarian tamadun. Setiap paparan menekankan perlunya museum yang sistematis, partisipatif, dan berorientasi publik.

  • Prof. Dr. Ichwan Azhari — membahas "Koleksi Museum Berdasarkan Periodesasi Sejarah Kota Medan". Ia mendorong penataan koleksi secara kronologis agar masyarakat memahami perjalanan sejarah Kota Medan secara utuh.
  • Sri Hartini — membawakan "Peran dan Fungsi Museum". Ia menegaskan museum modern harus menjadi ruang interaksi publik yang edukatif, kreatif, dan inklusif.
  • M. Muhar Omtatok — memaparkan "Peran Museum di Kota Medan dalam Pelestarian Tamadun dan Objek Pemajuan Kebudayaan". Ia menyoroti peran museum sebagai pusat dokumentasi dan pelestarian warisan Melayu.

"Museum harus mampu menghadirkan pengalaman belajar yang menarik bagi generasi muda. Jika museum hidup, maka sejarah dan budaya juga akan terus hidup di tengah masyarakat,"

"Medan membutuhkan museum yang tidak hanya menyimpan artefak, tetapi juga mampu merawat memori kolektif masyarakatnya,"

Kesepakatan: Museum Tamadun Melayu

Dalam diskusi, narasumber dan peserta menyepakati bahwa Kota Medan layak memiliki Museum Tamadun Melayu. Museum ini diharapkan menjadi pusat pelestarian sejarah dan identitas budaya Melayu di Sumatera Utara, khususnya Kota Medan. Keberadaannya dinilai penting untuk menjaga warisan budaya yang menjadi fondasi perkembangan Kota Medan.

Harapan dan tindak lanjut

FGD Permuseuman 2026 diharapkan melahirkan gagasan dan kebijakan strategis untuk penguatan museum di Kota Medan. Diharapkan pula terjalin kolaborasi antar instansi dan komunitas untuk menjadikan museum sebagai pusat pengetahuan, pelestarian budaya, dan pembentukan karakter generasi masa depan. Langkah selanjutnya mencakup penyusunan rencana koleksi, program edukasi, dan skema pendanaan yang berkelanjutan.

FGD menutup harapan agar museum dapat hidup dan menjadi bagian penting dari kehidupan publik di Medan.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait