Nasional

Erupsi Anak Krakatau, Lima Bandara Ditutup Sementara

Bagikan:
Kolom abu vulkanik Gunung Anak Krakatau saat erupsi yang menyebabkan penutupan bandara

Empat kata ini merangkum dampak langsung erupsi Gunung Anak Krakatau: lima bandara ditutup

BMKG mencatat aktivitas Gunung Anak Krakatau meningkat dengan erupsi terakhir terjadi pada Minggu pukul 03.53 WIB. Penutupan dilakukan hari yang sama setelah sebaran abu vulkanik mencapai wilayah operasional bandar udara.

Bandara yang ditutup dan jadwal sementara

Penutupan dilakukan secara bertahap dan diberlakukan untuk sejumlah bandar udara utama di Pulau Jawa dan Lampung. Berikut daftar bandara serta keterangan waktu penutupan menurut keterangan BMKG dan Kementerian Perhubungan:

  • Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Banten) — ditutup mulai 08.36 WIB.
  • Bandara Internasional Radin Inten II (Lampung) — ditutup hingga pukul 14.00 WIB.
  • Bandar Udara Budiarto (Banten) — ditutup hingga pukul 13.30 WIB.
  • Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta) — ditutup mulai 09.49 WIB hingga pukul 14.00 WIB.
  • Bandara Pondok Cabe (Banten) — ditutup hingga pukul 14.00 WIB.

Koordinasi antarlembaga dan pemantauan abu vulkanik

BMKG dan Kementerian Perhubungan menyatakan penutupan dilakukan setelah pemantauan sebaran abu vulkanik. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyebut telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menilai risiko bagi penerbangan.

"Saya sudah berkoordinasi dengan Kepala BNPB. Sampai dengan hari ini pukul 10.25WIB, ada lima bandara yang ditutup," kata Teuku Faisal Fathani.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyampaikan pihaknya aktif memantau pergerakan abu tersebut bersama BMKG, pengelola bandara, dan AirNav. Informasi sebaran abu juga diterima dari pusat peringatan abu vulkanik di Darwin, Australia.

"Kami terus memantau pergerakan. Kami punya grup dengan teman-teman stake holder, BMKG, Airport, Airnav Indonesia sehingga kita bisa update berpegerakan abu vulkanik," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F Laisa.

Menurut keterangan, sebaran abu vulkanik terdeteksi mencapai Bandara Soekarno-Hatta pada dini hari. Setelah itu, otoritas melakukan paper test lalu menerbitkan NOTAM close aerodrome untuk menutup operasi sementara.

Dampak dan langkah selanjutnya

Penutupan bandara berpotensi mengganggu jadwal penerbangan dan mobilitas penumpang. Pihak berwenang akan terus memantau kondisi vulkanik dan menyesuaikan status operasi bandara berdasarkan perkembangan sebaran abu.

BMKG dan Kementerian Perhubungan menyatakan akan memberikan informasi pembaruan apabila kondisi berubah dan bandara dapat kembali dioperasikan dengan aman.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait