Empat Sineas Indonesia Resmi Jadi Anggota Academy Oscar
Empat sineas IndonesiaAcademy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS). Pengumuman itu disampaikan oleh Badan Perfilman Indonesia melalui akun media sosialnya, menandai pengakuan internasional atas kontribusi mereka di perfilman.
Siapa saja yang terpilih
Keempat nama tersebut berasal dari berbagai peran di industri film, yaitu sutradara, produser, dan penata busana. Berikut daftar singkat mereka:
- Amelia Hapsari
- Kamila Andini
- Retno Ratih Damayanti
- Yulia Evina Bhara
Amelia Hapsari: Sutradara dan produser dokumenter
Amelia Hapsari dikenal luas sebagai sutradara dan produser film dokumenter dengan pengalaman lintas negara. Ia pernah bekerja sebagai jurnalis radio di Beijing dan memimpin rumah produksi nirlaba di Timor Leste.
Salah satu karyanya, Rising from Silence (2016), memenangkan Piala Citra untuk Film Dokumenter Pendek Terbaik pada FFI 2018. Amelia juga tercatat sebagai sineas Indonesia pertama yang diundang menjadi anggota Academy pada 2020.
Kamila Andini: Sutradara berfokus pada perspektif perempuan
Kamila Andini telah menghasilkan sejumlah film yang mendapat perhatian internasional, termasuk Laut Bercermin, Sekala Niskala, Yuni, dan Before, Now and Then. Ia juga terlibat dalam serial Gadis Kretek.
Film Yuni meraih Platform Prize di Toronto International Film Festival 2021. Karya-karya Kamila kerap menonjolkan sudut pandang perempuan dalam narasi yang dibangunnya.
Retno Ratih Damayanti: Penata busana pertama di Academy
Retno Ratih Damayanti menjadi penata busana Indonesia pertama yang diundang bergabung dengan Academy pada 2026. Namanya melekat pada sejumlah film besar Indonesia seperti Ayat-Ayat Cinta dan Habibie & Ainun.
Retno tercatat meraih Piala Citra Penata Busana Terbaik terbanyak dengan enam kemenangan serta 13 nominasi. Ia juga pernah dinominasikan sebagai Penata Rias Terbaik di Festival Film Indonesia.
Yulia Evina Bhara: Produser dengan prestasi internasional
Yulia Evina Bhara dikenal sebagai produser di balik film seperti Istirahatlah Kata-Kata, Autobiography, Tiger Stripes, dan Tale of the Land. Ia melengkapi daftar sineas Indonesia yang kini menjadi anggota Academy.
Sebagai produser Tiger Stripes, Yulia ikut meraih Critics' Week Grand Prize di Festival Film Cannes 2023. Pada tahun yang sama, namanya masuk dalam daftar Variety 500 sebagai tokoh berpengaruh di industri hiburan global.
Dampak dan prospek
Keanggotaan empat sineas ini merupakan pencapaian penting bagi perfilman Indonesia. Badan Perfilman Indonesia berharap status tersebut membuka lebih banyak peluang kolaborasi dan jaringan bagi talenta Tanah Air di panggung internasional.
Langkah ini juga mempertegas keterlibatan profesional Indonesia dalam forum penentu standar industri film global. Ke depannya, keterlibatan mereka berpotensi mendorong akses karya Indonesia ke platform dan festival internasional yang lebih luas.
Jurnalis hiburan yang fokus pada dunia selebritas, film, musik, dan budaya populer.
Berita Terkait
Visinema Siapkan Film Kolosal "Perang Jawa", Syuting 2027
Visinema umumkan film kolosal "Perang Jawa" tentang Pangeran Diponegoro; syuting 2027 dan tayang 2028, denga...
Disney Adaptasi 'The Dallergut Dream Department Store' ke Layar Lebar
Disney mengadaptasi novel Korea 'The Dallergut Dream Department Store' menjadi film; Patrick Ness ditunjuk s...
Lisa Rilis Cuplikan 'SaWaDiKa' Jelang EP 'PRESS PLAY'
Lisa rilis cuplikan single 'SaWaDiKa' pada 25 Agustus 2026 sebagai pra-rilis menuju EP 'PRESS PLAY' yang ril...
Mawar de Jongh Rilis Single Baru 'KAN' dengan Warna Musik Berbeda
Mawar de Jongh merilis single 'KAN' berwarna musik baru yang bercerita tentang nasihat sahabat yang diabaika...
The Last House Tayang di Netflix: Keluarga Terjebak dalam Rumah
The Last House tayang di Netflix 7 Agustus 2026; kisah keluarga yang terjebak di rumah dan harus bertahan me...
Dolly Parton Wafat pada Usia 80, Warisan Musik & Filantropi
Dolly Parton meninggal pada 25 Agustus 2026 di usia 80 tahun, meninggalkan warisan musik, bisnis Dollywood,...