BMKG: El Niño 2026 Diperkirakan Kuat, Waspadai Jawa hingga Papua
BMKG memperingatkan fenomena El Niño 2026 berpeluang mencapai kategori kuat dan berpotensi menimbulkan kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), gangguan produksi pangan, serta penurunan kualitas udara. Peringatan ini disampaikan pada 30 Juni 2026 oleh Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, yang menyebut peluang mencapai kategori kuat sebesar 98 persen.
Perkiraan durasi dan wilayah terdampak
BMKG memperkirakan El Niño akan berlangsung selama sembilan hingga dua belas bulan. Dampak terbesar diprediksi terasa saat puncak musim kemarau, terutama pada periode Juli hingga Oktober 2026.
Wilayah yang berisiko terkena dampak paling besar meliputi Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Sumatra bagian selatan, Kalimantan Selatan, Sulawesi, serta Papua bagian selatan. Di era puncak tersebut, curah hujan diperkirakan berada di bawah rata-rata normal.
Dampak pada pertanian, air, dan kesehatan
BMKG menilai sektor pertanian merupakan salah satu yang paling rentan. Defisit air dapat menghambat pertumbuhan tanaman, menurunkan produktivitas, dan meningkatkan risiko gagal panen apabila langkah antisipasi tidak dilakukan.
Selain itu, musim kering yang diperkuat El Niño meningkatkan ancaman karhutla. Penurunan kualitas udara akibat asap dan tingginya konsentrasi polutan juga dikhawatirkan memicu lonjakan kasus penyakit pernapasan serta gangguan kesehatan terkait panas ekstrem.
"El Niño merupakan fenomena iklim global yang memengaruhi distribusi curah hujan di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Namun El Niño dan musim kemarau merupakan dua hal yang berbeda," ujar Teuku Faisal Fathani.
Rekomendasi langkah kesiapsiagaan
BMKG mendorong pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesiapsiagaan secara lintas sektor. Penyesuaian pola tanam dan efisiensi pengelolaan irigasi menjadi langkah awal yang penting.
Rekomendasi yang disarankan meliputi:
- Penyesuaian pola tanam dan kalender tanam sesuai prakiraan iklim.
- Peningkatan efisiensi dan pengelolaan irigasi untuk mengurangi defisit air.
- Optimalisasi pengendalian emisi di perkotaan untuk menekan penurunan kualitas udara.
- Penguatan ketahanan pangan dan energi untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan.
- Koordinasi lintas sektor dan pemanfaatan informasi prakiraan iklim sebagai dasar kebijakan.
"Kesiapsiagaan harus dilakukan secara lintas sektor. Risiko kekeringan, karhutla, kualitas udara, hingga kesehatan masyarakat perlu diantisipasi sejak dini melalui koordinasi yang kuat," tegas Faisal.
Pemantauan dan prospek ke depan
BMKG menyatakan akan terus memantau perkembangan El Niño dan memberikan informasi serta peringatan dini kepada pemerintah dan masyarakat. Dengan koordinasi yang baik antar pemangku kepentingan, diharapkan dampak ekonomi dan sosial dapat diminimalkan.
Seluruh pemerintah daerah diminta segera menyiapkan langkah antisipatif untuk mengurangi risiko terhadap produksi pangan, ketersediaan air, dan kesehatan masyarakat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BMKG: Hujan Lebat Diperkirakan Guyur Bengkulu hingga Papua Barat Daya
BMKG peringatkan potensi hujan lebat di beberapa provinsi pada sepekan ke depan, termasuk Bengkulu dan Papua...
Pemerintah Percepat SPKLU untuk Transisi Kendaraan Listrik
Menko AHY minta percepatan pembangunan SPKLU dan penguatan ekosistem lewat insentif, rantai pasok baterai, d...
Kemkomdigi Tegaskan Judi Online dan Offline Berpotensi Pidana
Kemkomdigi peringatkan judi online dan offline berpotensi pidana; 126.180 konten judi ditindak selama 1-28 J...
Hari Bhayangkara ke-80: Tema, Filosofi Logo dan Maknanya
Polri memperingati Hari Bhayangkara ke-80 pada 1 Juli 2026 dengan tema '80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masya...
Kemkomdigi Panggil Meta soal Spam Komentar Promosi Judol
Kemkomdigi akan memanggil Meta terkait temuan spam komentar promosi judi online yang paling banyak muncul di...
Pemprov DKI Percepat 7 Proyek Infrastruktur Jelang Lima Abad
Pemprov DKI percepat tujuh proyek infrastruktur menjelang lima abad Jakarta untuk tingkatkan kenyamanan, mob...