Ekonomi

UMKM Yogyakarta Dorong Ekspor Sarung Tangan ke AS dan Eropa

Bagikan:

UMKM pembuat sarung tangan di Daerah Istimewa Yogyakarta terus meningkatkan penetrasi pasar ekspor pada 2025–2026. Produksi dari Sleman, Kulon Progo, dan Bantul dikirim ke negara seperti Inggris, Amerika Serikat, Prancis, dan Republik Ceko, dengan nilai pengiriman mencapai puluhan ribu hingga puluhan juta dolar AS.

Pengiriman dan nilai ekspor dari Yogyakarta

Beberapa pengiriman tercatat pada periode terakhir. Pada 14 April 2026, produsen di Bantul mengekspor 147 karton sarung tangan ke Los Angeles, AS senilai US$55.637,17 (sekitar Rp900 juta). Sedangkan pada 29 Juli 2025, UMKM di Sleman mengirim 6.336 unit ke Inggris dan 4.032 unit ke AS dengan total nilai US$41.472 (sekitar Rp670 juta).

Data industri dan kinerja ekspor nasional

Menurut data kementerian terkait, posisi Indonesia dalam pasar sarung tangan dunia menunjukkan perkembangan. Pada 2024, Indonesia menempati peringkat ke-12 sebagai eksportir work gloves dengan nilai ekspor mencapai US$112,40 juta. Pada kuartal I 2025, ekspor produk ini tercatat senilai US$24,40 juta, sementara rata-rata pertumbuhan tahunan selama 2020–2024 mencapai 7,8%.

Periode/ Tanggal Asal Tujuan Jumlah Nilai (US$)
14 Apr 2026 Bantul Los Angeles, AS 147 karton 55.637,17
29 Jul 2025 Sleman Inggris 6.336 unit 41.472 (total kedua tujuan)
29 Jul 2025 Sleman Amerika Serikat 4.032 unit

Pasar global dan prospek

Skala industri sarung tangan di pasar global juga menunjukkan peluang. Nilai industri dunia mencapai sekitar US$6,5 miliar dengan pertumbuhan tahunan rata-rata 2,96%. Pada 2024, pertumbuhan sempat melonjak menjadi 4,45%, menandakan permintaan yang meningkat di beberapa segmen, termasuk sarung tangan kerja dan olahraga.

Perusahaan kecil menengah di Yogyakarta memanfaatkan keunggulan kualitas dan biaya produksi untuk masuk ke pasar ekspor. Langkah ini tidak hanya meningkatkan pendapatan UMKM, tetapi juga turut mendongkrak kontribusi sektor manufaktur kecil terhadap ekspor nasional.

Ke depan, keberlanjutan pertumbuhan akan bergantung pada kemampuan pelaku UMKM meningkatkan kapasitas produksi, standar mutu, dan akses pasar internasional, termasuk sertifikasi dan logistik ekspor yang efisien.

Rafi Akbar
Penulis
Rafi Akbar

Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.

Berita Terkait