Dokkes Polri Bantu Persalinan di Pengungsian Reo
Dokkes Polri membantu proses persalinan seorang korban gempa di tenda pengungsian Reo, Kabupaten Manggarai, pada Selasa, 18 Agustus 2026. Tenaga kesehatan dari Pusdokkes dan petugas setempat mendampingi sejak proses aktif persalinan hingga ibu dan bayi dinyatakan stabil.
Bantuan medis di lokasi pengungsian
Tim Dokkes Polri ditempatkan di lokasi pengungsian untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan. Personel memberikan pendampingan, pemeriksaan, dan tindakan medis yang diperlukan meski fasilitas terbatas.
Persalinan ini melibatkan Dokter Wahyu dari Pusdokkes Polri serta tenaga kesehatan lokal. Upaya bersama tersebut dimaksudkan menurunkan risiko kesehatan bagi ibu dan bayi selama masa tanggap darurat.
Kondisi ibu dan bayi
Ibu, yang disebut sebagai Melania Jelita, melahirkan dengan kondisi sehat setelah mendapatkan pendampingan medis. Tim memastikan pemantauan pasca-persalinan berjalan sesuai kebutuhan untuk menjaga stabilitas keduanya.
Ketua Bidang Kedokteran Polda NTT, Kombes Pol dr. Hery Purwanto, menegaskan pelayanan kesehatan menjadi prioritas selama penanganan bencana. Ia menjelaskan bahwa kehadiran tenaga medis di pengungsian penting untuk menangani kondisi darurat, termasuk persalinan.
“Dalam situasi bencana, pelayanan kesehatan harus tetap berjalan bagi masyarakat yang membutuhkan. Personel Dokkes Polri terus memberikan bantuan medis, termasuk membantu proses persalinan,”
Koordinasi dan tantangan fasilitas
Keterbatasan sarana di tenda pengungsian tidak menghentikan upaya tim medis. Dokkes Polri berkoordinasi dengan tenaga kesehatan setempat untuk menyesuaikan tindakan sesuai kondisi lapangan dan kebutuhan pasien.
Pelayanan yang diberikan mencakup pemeriksaan rutin, pendampingan persalinan, serta pemantauan pasca-persalinan untuk mengurangi risiko komplikasi selama masa tanggap darurat.
Respons dan apresiasi
Tenaga kesehatan lokal menyatakan apresiasi atas dukungan Dokkes Polri dalam proses persalinan. Bantuan dinilai memperkuat kapasitas penanganan medis di lokasi terdampak gempa.
“Puji syukur, proses persalinan Ibu Melania Jelita berjalan dengan baik. Ibu bersama bayinya dalam keadaan sehat dan selamat,”
Hery menambahkan bahwa tindakan ini merupakan bagian dari pelayanan kemanusiaan bagi warga terdampak gempa Flores. Kehadiran tim medis diharap membantu menjaga kesehatan masyarakat selama proses pemulihan berlangsung.
Pelayanan kesehatan terus diberikan kepada warga yang membutuhkan pemeriksaan maupun penanganan selama berada di lokasi pengungsian, sejalan dengan upaya memulihkan kondisi komunitas pasca-bencana.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kementerian PU Kirim Bantuan Air Bersih untuk Pulau Palue
Kementerian PU mengirim satu mobil tangki 4.000 L dan 24 hidran umum untuk atasi kekeringan di enam desa Pul...
Susunan Acara HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, Rangkaian Lengkap
Puncak HUT ke-81 TNI berlangsung di Mabes TNI Cilangkap pada 5 Oktober 2026, meliputi upacara, penganugeraha...
BGN Aktifkan 480 Dapur SPPG, Total Capai 27.022 Unit
BGN mengaktifkan 480 dapur SPPG di 16 provinsi, menambah total jadi 27.022 unit, dengan fokus perluasan ke w...
Patrialis: Sengketa Pilpres 2024 Seharusnya Sudah Kedaluwarsa
Patrialis Akbar menilai permohonan sengketa Pilpres 2024 yang diajukan 2026 telah kedaluwarsa dan seharusnya...
45 Ucapan Rayakan HUT ke-81 TNI (5 Okt 2026)
Kumpulan 45 ucapan untuk menyambut HUT ke-81 TNI pada 5 Oktober 2026, siap dipakai sebagai caption dan pesan...
Rangkaian Lengkap HUT ke-81 TNI di Mabes TNI Cilangkap
Puncak HUT ke-81 TNI digelar di Mabes TNI Cilangkap pada 5 Oktober 2026, mencakup upacara, penganugerahan, s...