DBL All-Star Berlatih di Tengah Badai dan Pemadaman di Chicago
Skuad Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026 tetap menjalani sesi latihan meski hujan badai dan pemadaman listrik melanda Chicago, Senin (27/6). Latihan berlangsung di Chicago Hope Academy bersama pelatih ketangkasan Micah Lancaster, dengan 24 pemain berlatih intens selama hampir 3 jam meski hanya mengandalkan pencahayaan darurat.
Latihan Berlanjut Saat Badai
Badai di kawasan Midwest menyebabkan aliran listrik di area latihan terputus total. Lapangan yang biasa terang berubah redup dan hanya mengandalkan lampu darurat.
Meskipun begitu, agenda latihan tidak berubah. Sebanyak 24 pemain DBL Indonesia All-Star mengikuti setiap materi yang diberikan dengan intensitas tinggi selama hampir tiga jam.
Metode Latihan Disesuaikan
Di tengah keterbatasan pencahayaan, Micah menyesuaikan metode latihannya. Fokus utama diarahkan pada penguatan footwork, keseimbangan tubuh, dan kontrol dribble menggunakan DrillMat.
Latihan bertujuan menjaga tumpuan kaki, posisi pinggul (hip), dan kontrol bola agar tetap optimal meski kondisi lapangan terbatas. Selain itu, Micah memanfaatkan lampu reaksi berbasis baterai berwarna merah, hijau, dan biru untuk melatih kecepatan pengambilan keputusan.
Setiap warna memberi instruksi berbeda bagi pemain, mulai dari drive shot, step-back shot, hingga layup. Metode ini menjaga intensitas latihan dan menantang pemain untuk beradaptasi cepat terhadap perubahan situasi.
Dukungan Pelatih dan Pengakuan
Pelatih DBL Academy yang mendampingi rombongan, Coach Madya Firman Anugerahadi, menilai situasi tersebut menjadi ujian mental bagi para pemain. Ia berharap pengalaman itu tidak mengendurkan semangat latihan.
Saya mendampingi anak-anak DBL All-Star berlatih dengan Micah Lancaster di Chicago Hope Academy. Tapi, karena di Amerika lagi hujan badai, kondisi lapangan lagi mati lampu. Kami berharap ini tidak mengendurkan semangat anak-anak dalam berlatih.
Micah Lancaster, yang pernah bekerja sama dengan sejumlah bintang NBA seperti Kyrie Irving, Dwyane Wade, dan Kobe Bryant, juga memberi apresiasi. Ia membagikan momen latihan di tengah kegelapan tersebut melalui akun Instagram pribadinya.
Badai menghantam. Listrik mati dan banjir. Kami berlatih selama 3 jam dalam kegelapan dan itu sangat luar biasa. Kerja keras tak menunggu lampu menyala.
Impak dan Prospek
Pengalaman berlatih dalam kondisi ekstrem ini memperkuat ketahanan mental dan kemampuan adaptasi pemain DBL All-Star. Latihan intens bersama pelatih kelas dunia memberi pengalaman berharga menjelang agenda kompetisi internasional.
Konsistensi latihan meski dalam keterbatasan menjadi modal penting bagi tim untuk menghadapi tantangan ke depan.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Kiandra Ramadhipa Raih Podium di Putaran Akhir Moto3 Junior Misano
Kiandra Ramadhipa finis kedua di Race 2 Moto3 Junior Misano dan menutup musim 2026 di posisi kelima dengan 1...
Persib Rekrut Igor Tolic sebagai Asisten Pelatih
Persib resmi mengganti asisten pelatih Goran Paulic dengan Igor Tolic, rekomendasi Bojan Hodak, diumumkan 2...
Panama Lolos Perempat Final Copa America 2024 usai Tumbangkan Bolivia
Panama melaju ke perempat final Copa America 2024 usai menaklukkan Bolivia 3-1; gol Fajardo, Guerrero, dan Y...
Uruguay Hentikan AS 1-0 dan Melaju ke Perempat Final Copa America
Uruguay menang 1-0 atas AS di Arrowhead dan melaju ke babak delapan besar Copa America lewat gol Mathias Oli...
Goran Paulic Resmi Tinggalkan Persib
Goran Paulic, asisten pelatih asal Kroasia, mengakhiri kerja sama dengan Persib pada 2 Juli 2024 menjelang L...
Kapolresta Bandung Cup: Puluhan Tim U-16 Berlaga di Jalak Harupat
Puluhan tim U-16 bersaing di Kapolresta Bandung Cup (2-5 Juli 2024) di Sor Si Jalak Harupat sebagai wadah pe...