Danantara Sumberdaya Resmi Berubah Jadi BUMN Ekspor
Danantara Sumberdaya Indonesia resmi berubah status menjadi BUMN (Persero). Perubahan status PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI) diumumkan pada akhir Mei 2026 dan ditandatangani oleh pimpinan perusahaan di hadapan publik.
Perubahan status dan penandatanganan
Penandatanganan dokumen perubahan status dilakukan oleh CEO Danantara Rosan P. Roeslani, CIO Pandu Sjahrir, dan COO Dony Oskaria. Momen penandatanganan kemudian dibagikan lewat akun Instagram CEO Rosan.
Langkah ini mengubah PT DSI dari entitas swasta menjadi BUMN khusus ekspor. Perubahan berlaku untuk kegiatan ekspor komoditas tertentu.
Tujuan: satu pintu untuk ekspor dan transparansi
PT DSI awalnya dibentuk sebagai mekanisme satu pintu untuk ekspor. Fokusnya meliputi komoditas batu bara, minyak kelapa sawit, dan paduan besi atau ferroalloys.
Pendirian BUMN ini dimaksudkan untuk meningkatkan transparansi transaksi ekspor. Pemerintah berharap perubahan status mengurangi distorsi dan ketidakkonsistenan data ekspor.
"Keberadaan kami ini nantinya juga justru ingin lebih menyempurnakan. Terutama dari distorsi data ekspor yang mungkin selama ini sudah terjadi,"
— Rosan P. Roeslani, dikutip Senin, 25 Mei 2026.
Susunan pimpinan dan kriteria pemilihan
Rosan sebelumnya mengumumkan penunjukan Luke Thomas Mahony sebagai Direktur Utama PT DSI. Penunjukan tersebut mempertimbangkan pengalaman Thomas di PT Vale Indonesia Tbk dan latar belakangnya di dunia perdagangan.
"Ya kita melihat banyak pertimbangan juga, ini kan lebih menjadi track record-nya juga, dia sangat memahami juga. Pengalaman sebelumnya baik di perusahaan multinasional di Vale dan dia bisa Bahasa Indonesia juga, memang istrinya orang Indonesia,"
— Rosan P. Roeslani, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat 22 Mei 2026.
Rosan menambahkan bahwa pengalaman trading, spesialisasi di sektor mineral, serta jejaring profesional menjadi faktor penentu dalam pemilihan pemimpin.
"Tapi yang paling penting justru kita lihat pengalaman trading-nya ada, minerals-nya ada, jadi pimpinan di banyak perusahaan mineral. Dan networking-nya juga baik dan yang paling penting kita lihat selama ini juga di Danantara kerjanya sangat-sangat baik,"
— Rosan P. Roeslani.
Dampak dan prospek ke depan
Dengan status BUMN, PT DSI diharapkan dapat menyederhanakan proses ekspor dan memperbaiki kualitas data perdagangan. Hal ini penting untuk pemantauan neraca perdagangan dan kebijakan komoditas nasional.
Ke depan, pemangku kepentingan menunggu langkah operasional berikutnya, termasuk mekanisme pelaporan, tata kelola, dan integrasi dengan otoritas ekspor terkait.
Perubahan ini menandai langkah pemerintah dan manajemen Danantara dalam merapikan rantai ekspor komoditas strategis, sekaligus mengangkat peran perusahaan dalam tata niaga internasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenperin Tegaskan Kepatuhan Pelaporan SIINas
Kemenperin meminta perusahaan patuh melaporkan data berkala melalui SIINas dan mengimbau keterlibatan penuh...
BI: Uang Beredar Juni 2026 Naik Jadi Rp10.432,8 Triliun
BI mencatat uang beredar (M2) Juni 2026 naik menjadi Rp10.432,8 triliun, didorong oleh kenaikan M1, uang kua...
BRI Life Revitalisasi Kantor Denpasar untuk Tingkatkan Layanan
BRI Life meresmikan wajah baru Kantor Layanan Denpasar pada 22 Juli 2026 untuk meningkatkan layanan, fasilit...
Harga Emas Pegadaian Stabil: Galeri24 & UBS (23 Juli 2026)
Harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian tidak bergerak pada 23 Juli 2026; simak daftar harga per ukuran len...
Rupiah Melemah, Dibuka di Rp17.921 Jelang Sentimen Global
Rupiah dibuka melemah di Rp17.921 per dolar AS, dipengaruhi kenaikan harga minyak dan ketidakpastian geopoli...
IHSG Rebound ke 6.346 Saat Sesi I, BNI Sekuritas Waspada
IHSG rebound ke 6.346 pada sesi I 23 Juli 2026, namun posisi rentan karena aksi jual asing dan lonjakan harg...