RS Cut Meutia Langsa Pasang Spanduk Dukung Pelestarian Adat
Langsa — PT Cut Meutia Medika Nusantara, pengelola Rumah Sakit Umum Cut Meutia Langsa, memasang dua spanduk bertema adat, agama, dan kesehatan di area sekitar rumah sakit pada Selasa (8/9). Langkah ini bagian dari kerja sama dengan Majelis Adat Aceh (MAA) Kota Langsa untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat serta keagamaan di masyarakat.
Pemasangan spanduk dan isi pesan
Dua spanduk yang dipasang memuat pesan yang jelas tentang keterkaitan adat, agama, dan kesehatan. Tulisan pada spanduk pertama berbunyi: "Adat Dijaga, Syariat Dijunjung, Marwah Dipelihara, Umat Dimuliakan". Spanduk kedua menampilkan pesan "Beradab, Beradat, & Beragama. Pasti Sehat Jiwa & Raga".
Keduanya dilengkapi slogan "Merawat Diri, Melestarikan Tradisi, Membangun Generasi Bertaqwa", yang menggambarkan hubungan antara kesehatan pribadi, pelestarian tradisi, dan pembentukan generasi berakhlak.
Alasan dan peran rumah sakit
Direktur Utama PT Cut Meutia Medika Nusantara, Ernawati, menyatakan pemasangan spanduk itu sebagai bentuk dukungan terhadap program MAA Kota Langsa dalam menjaga adat dan nilai keagamaan. Menurutnya, adat, agama, dan kesehatan saling berkaitan dalam upaya membangun masyarakat berkualitas.
"Kami mendukung upaya menjaga adat dan agama di Kota Langsa. Melalui spanduk ini, kami ingin ikut mengingatkan masyarakat bahwa menjaga kesehatan juga harus berjalan seiring dengan menjaga adab, adat dan nilai-nilai agama."
Ernawati menegaskan rumah sakit tidak hanya berfungsi sebagai penyedia layanan medis. Institusi kesehatan juga memiliki peran edukatif untuk menyampaikan pesan-pesan positif yang memperkuat karakter dan nilai sosial.
Respons Majelis Adat dan harapan kolaborasi
MAA Kota Langsa menyambut baik dukungan tersebut. Kolaborasi antara lembaga adat dan institusi pelayanan kesehatan dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap kesehatan sekaligus pelestarian nilai-nilai lokal dan agama.
Pihak MAA berharap kerja sama ini tidak berhenti pada pemasangan spanduk. Mereka mendorong pengembangan kegiatan bersama yang memberikan manfaat langsung bagi warga, seperti edukasi publik dan program komunitas yang mengintegrasikan aspek kesehatan dan budaya.
Implikasi dan tindak lanjut
Inisiatif ini diharapkan menjadi contoh bagi dunia usaha dan lembaga lain di Kota Langsa. Dengan bersinergi, berbagai pihak dapat ikut menjaga identitas daerah serta membangun generasi yang sehat jasmani dan rohani.
Keberadaan Rumah Sakit Umum Cut Meutia Langsa kini semakin dipandang tidak hanya sebagai tempat layanan medis, tetapi juga sebagai bagian dari gerakan kolektif untuk merawat diri, melestarikan tradisi, dan membangun generasi bertaqwa.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Bupati Batubara Serahkan Bantuan untuk 3 Keluarga Korban Kebakaran
Bupati Batubara menyerahkan bantuan bagi tiga keluarga korban kebakaran PT Evyap; setiap keluarga menerima R...
SMAN 1 Binjai Terapkan SPP Beragam, 278 Siswa Digratiskan
SMAN 1 Binjai menerapkan SPP beragam sesuai kemampuan orang tua; 278 siswa digratiskan dan pengutipan SPP di...
Viral: Lion Air Dituding Minta Rp8 Juta untuk Abu Jenazah
Seorang lansia di Bandara Kualanamu menuding petugas Lion Air minta Rp8 juta untuk mengangkut abu jenazah; m...
Bantuan Rp700 Juta per Keluarga untuk Korban Kebakaran KEK Sei Mangkei
Pemkab Batubara, PT Evyap, dan BPJS Ketenagakerjaan serahkan santunan dan beasiswa untuk tiga keluarga korba...
Agrinas Palma Nusantara Gelar Pasar Rakyat dan Pemeriksaan Kesehatan di Sukarame
Agrinas Palma Nusantara bagikan paket sembako dan layanan kesehatan gratis di Desa Sukarame untuk ringankan...
BKKBN Sumut Perkuat Tata Kelola Alokon demi Mutu Pelayanan KB
BKKBN Sumut gelar sosialisasi tata kelola alokon di Medan untuk memperkuat mutu pelayanan KB dan koordinasi...