KAMMI Datangi Mabes Polri, Desak Copot Kapolrestabes Medan
Pimpinan Wilayah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Sumatera Utara (PW KAMMI Sumut) bersama pengurus Pimpinan Pusat dan perwakilan kader dari berbagai daerah mendatangi Markas Besar Kepolisian RI (Mabes Polri) di Jakarta, Jumat (19/6). Mereka menyerahkan surat desakan langsung kepada Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Mabes Polri terkait dugaan lambannya penanganan kasus di Polda Sumut.
Kedatangan dan tujuan aksi
Hasan Basri SH, Ketua PW KAMMI Sumut, mengatakan langkah ke Mabes Polri diambil karena kepercayaan publik menurun terhadap kinerja Polda Sumut. Menurutnya, Polda dinilai tidak tegas dan lamban menindak jajaran di bawahnya, termasuk dalam evaluasi terhadap Kapolrestabes Medan.
"Kami sudah melayangkan laporan dan desakan resmi ke Divisi Propam Polda Sumut terkait buruknya kinerja dan lambannya proses hukum di bawah kepemimpinan Kapolrestabes Medan. Namun, hingga saat ini Polda Sumut tidak menunjukkan ketegasan dan terkesan melakukan pembiaran dengan tidak mencopot Kapolrestabes Medan,"
Tiga tuntutan utama KAMMI
Dalam rilis resmi, PW KAMMI Sumut bersama PP KAMMI mengajukan tiga tuntutan yang ditujukan kepada Divisi Propam Mabes Polri agar segera mendapat perhatian Kapolri. Tuntutan tersebut mencakup pencopotan pejabat, kecaman atas ketidaktegasan Polda, dan pengambilalihan proses penegakan hukum atas kasus penganiayaan.
- Mendesak Kapolri dan Kadiv Propam Polri untuk segera mencopot Kapolrestabes Medan karena dinilai gagal menjaga profesionalitas, transparansi, dan kecepatan pelayanan publik.
- Mengecam sikap Polda Sumut yang dianggap tidak tegas sehingga memperpanjang ketidakpastian hukum dengan membiarkan pejabat yang dianggap bermasalah tetap menduduki jabatannya.
- Mendesak Mabes Polri mengambil alih penanganan kasus dugaan penganiayaan terhadap Khairul Umam serta segera menangkap dan menahan pelaku yang hingga kini belum tersentuh proses hukum.
Respons KAMMI dan langkah pengawalan
Hasan Basri menegaskan KAMMI se-Indonesia akan terus mengawal kasus tersebut sampai ada langkah konkret dari Mabes Polri. Ia menyoroti pentingnya realisasi semangat Polri Presisi yang digaungkan pimpinan institusi melalui tindakan nyata di tingkat daerah.
"Kehadiran saudara-saudara kami dari Pimpinan Pusat dan perwakilan KAMMI se-Indonesia hari ini merupakan bukti bahwa persoalan penegakan hukum di Medan telah menjadi perhatian nasional. Kami mendesak Kadiv Propam Mabes Polri untuk segera menindaklanjuti laporan kami. Copot Kapolrestabes Medan, tangkap pelaku penganiayaan terhadap Khairul Umam, dan kembalikan marwah Polri," tegas Hasan Basri.
PW KAMMI Sumut menyatakan akan terus memantau perkembangan dan mendorong tindakan tegas dari Mabes Polri demi terwujudnya penegakan hukum yang berkeadilan dan profesional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Fasilitas Hilang di Taman Meuraxa, DPRK Minta Pemulihan Cepat
Sejumlah fasilitas bermain di Taman Meuraxa hilang; DPRK Banda Aceh meminta pemulihan cepat dan penguatan pe...
SBA Serahkan Program Ketahanan Pangan untuk Petani Lhoknga
PT SBA serahkan Program Ketahanan Pangan untuk kelompok tani di Lhoknga, Aceh Besar, bagian dari CSR untuk m...
Kontingen Pramuka Nagan Raya Berangkat ke Jamnas XII Cibubur
Wabup Raja Sayang melepas 32 peserta Pramuka Nagan Raya menuju Jamnas XII di Buperta Cibubur pada 13–20 Agus...
Sabang Dorong Buka Rute Penerbangan Sabang–Medan untuk Genjot Wisata
Wali Kota Sabang mendorong pembukaan rute penerbangan Sabang–Medan untuk permudah akses wisatawan dan dorong...
DWP Kalsel Kunjungi Aceh untuk Pererat Silaturahmi
Ketua DWP Aceh terima kunjungan Ketua DWP Kalimantan Selatan di Banda Aceh, Jumat (7/8), untuk pererat silat...
Polsek Siantar Marihat Selesaikan Pertikaian Abang-Adik Lewat Call Center 110
Polsek Siantar Marihat cepat tanggap setelah laporan via Call Center 110; personel menyelesaikan perselisiha...