Cafu, Satu-satunya Pemain di Tiga Final Piala Dunia
Cafu tercatat sebagai satu-satunya pemain yang tampil di tiga final Piala Dunia FIFA secara beruntun. Ia bermain pada final 1994, 1998, dan 2002, dengan dua gelar juara untuk Brasil pada 1994 dan 2002 serta satu kali menjadi runner-up pada 1998.
Rekor dan perjalanan di Piala Dunia
Kesinambungan Cafu tampil di tiga final berturut-turut menunjukkan konsistensi di level tertinggi selama lebih dari satu dekade. Hasil setiap final menegaskan peran penting Brasil dalam era tersebut.
- 1994: Brasil juara.
- 1998: Brasil runner-up, kalah dari Prancis di final.
- 2002: Brasil juara.
Prestasi ini masih belum disamai pemain lain hingga kini. Rekor tersebut menempatkan Cafu dalam daftar pencapaian paling langka dalam sejarah sepak bola dunia.
Catatan karier dan peran di lapangan
Sepanjang karier internasionalnya, Cafu mengoleksi 142 penampilan untuk tim nasional Brasil dan mencetak lima gol. Ia dikenal luas sebagai salah satu bek kanan terbaik dalam sejarah permainan.
Perannya tak hanya defensif, tetapi juga memberi kontribusi dalam menyerang dan transisi. Konsistensi penampilan itulah yang membuat namanya terus dikenang oleh penggemar dan pengamat sepak bola.
Kutipan dan pengakuan
“Membela Brasil adalah kehormatan terbesar dalam sepak bola,” kata Cafu dalam sebuah kesempatan.
Kata-kata itu menggambarkan kebanggaan dan komitmennya terhadap tim nasional. Pernyataan ini juga memberi konteks emosional pada perjalanan kariernya yang penuh prestasi.
Warisan dan implikasi
Pencapaian Cafu bukan sekadar rekor individu. Ini juga mencerminkan keunggulan tim Brasil dalam beberapa edisi Piala Dunia terakhir abad ke-20 dan awal abad ke-21.
Dengan rekor tiga final berturut-turut yang masih belum terkejar, nama Cafu semakin mengukuhkan posisi sebagai salah satu legenda terbesar sepak bola Brasil dan dunia. Catatan ini diperkirakan akan terus menjadi tolok ukur bagi bek kanan generasi berikutnya.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Haaland Bongkar Isi DM Tom Holland yang Terabaikan
Erling Haaland mengonfirmasi DM Tom Holland tertanggal 23 Mei 2021, menyingkap undangan minum dan ajakan ber...
Iraola Puji Kemenangan Pramusim Liverpool 4-2 atas Sunderland
Liverpool menang 4-2 atas Sunderland di pramusim AS, Iraola puji hasil tapi ingatkan masih banyak pekerjaan...
Vozinha Tolak Inter Miami, Pilih Perkuat Colo-Colo
Vozinha menolak Inter Miami dan resmi gabung Colo-Colo dengan kontrak 18 bulan setelah penampilan cemerlang...
De la Fuente Bongkar Kunci Spanyol Juara Piala Dunia 2026
De la Fuente sebut kekompakan, pertahanan kokoh, dan peran pemain senior jadi kunci Spanyol juara Piala Duni...
Dedi Kusnandar Puji Kemenangan Persib 1-0, Harap Suporter Tetap Tertib
Dedi Kusnandar memuji kemenangan Persib 1-0 atas Arema di Piala Presiden 2026 dan berharap suporter tetap te...
Trump Menanggapi Ferran Torres yang Pakai Topi 'Make Spain Great Again'
Donald Trump menanggapi topi 'Make Spain Great Again' yang dipakai Ferran Torres saat parade juara Piala Dun...