42 Paket Pengadaan BWS Sumatera II Senilai Rp15,9 Miliar
MEDAN — Ketua Barisan Rakyat Pemerhati Korupsi (Barapaksi), Otti Batubara, memperingatkan publik terkait 42 paket pengadaan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II Tahun Anggaran 2026 yang tercatat di SiRUP LKPP dengan total nilai Rp15.921.310.000. Pernyataan disampaikan di Medan pada Selasa (7/7), menyoroti risiko pemborosan dan pentingnya akuntabilitas karena seluruh paket bersumber dari APBN.
Rincian paket dan nilai
Data yang dilihat dari SiRUP LKPP menunjukkan paket terbesar adalah Pengadaan Kendaraan Roda Empat senilai Rp3,79 miliar. Ada juga Pengadaan Alat Berat Excavator sebesar Rp1,905 miliar dan Pengadaan Barang untuk Pemeliharaan 12 Unit Alat Berat Excavator senilai Rp1,291 miliar.
| Paket | Nilai |
|---|---|
| Pengadaan Kendaraan Roda Empat | Rp3.790.000.000 |
| Pengadaan Alat Berat Excavator | Rp1.905.000.000 |
| Pemeliharaan 12 Unit Excavator | Rp1.291.000.000 |
Selain itu terdapat puluhan paket lain yang didominasi pekerjaan rehabilitasi dan pemeliharaan sungai serta jaringan irigasi di berbagai kabupaten di Sumatera Utara.
Lokasi pekerjaan
Paket tersebar di sejumlah lokasi, termasuk Sungai Belumai, Sungai Babura, Sungai Percut, Sungai Ular, dan daerah irigasi di Labuhanbatu Utara, Asahan, Karo, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Langkat, serta Batubara.
- Sungai Belumai
- Sungai Babura
- Sungai Percut
- Sungai Ular
- Daerah irigasi di Labuhanbatu Utara, Asahan, Karo, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Langkat, Batubara
Seruan pengawasan dan transparansi
Otti meminta pengawasan ketat sejak perencanaan hingga pelaksanaan. Ia memperingatkan agar tidak sekadar mengejar serapan anggaran tanpa manfaat nyata bagi masyarakat.
“Jangan sampai anggaran yang bersumber dari APBN justru membuka ruang pemborosan atau pengadaan yang tidak tepat sasaran,”
“Kendaraan itu dibeli untuk siapa, berapa unit, spesifikasinya seperti apa, dan apa urgensinya harus dijelaskan kepada masyarakat,”
“Kalau memang ada pemisahan paket, harus dijelaskan dasar teknisnya. Publik berhak mengetahui mengapa pekerjaan di lokasi yang sama dibuat dalam beberapa paket berbeda,”
Barapaksi juga meminta BWS Sumatera II memaparkan dasar penyusunan setiap paket dan aparat pengawas internal serta penegak hukum melakukan pengawasan menyeluruh.
Implikasi bagi pelayanan publik
Menurut Otti, rehabilitasi sungai harus dapat mengurangi banjir, memperbaiki fungsi sungai, dan meningkatkan layanan irigasi bagi petani. Pengawasan awal dan keterbukaan data dinilai penting untuk mencegah masalah hukum di kemudian hari.
Hingga berita ini disusun, belum ada penjelasan resmi dari BWS Sumatera II mengenai rincian dan dasar teknis penyusunan paket tersebut.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
DPRD Medan Serahkan Pemandangan Umum atas Ranperda APBD 2027
Wali Kota Rico Waas hadiri Paripurna DPRD Medan saat fraksi-fraksi memberi catatan dan meminta penjelasan Ra...
Kelangkaan BBM dan Antrean Panjang di Riau hingga Padanglawas
Pitra Romadoni soroti antrean panjang dan kelangkaan BBM dari Riau hingga Padanglawas, mendesak evaluasi dis...
Polres Langsa Tangkap Pelaku Pencurian ECU Daihatsu Grand Max
SS (39) ditangkap di Langsa terkait pencurian ECU Daihatsu Grand Max di sembilan lokasi; polisi mengamankan...
Proyek Strategis Padanglawas Terancam Molor, Beberapa Belum Rampung
Beberapa proyek strategis Padanglawas diperkirakan tidak selesai sesuai kontrak 2026; banyak paket baru menc...
Kapolres Binjai dan Langkat Beri Kejutan HUT TNI ke-81
Kapolres Binjai dan Kapolres Langkat mengunjungi Kodim dan batalyon untuk memberi kejutan dan memperkuat sin...
Bupati Muharram Pimpin Rapat OPD Aceh Besar untuk Perkuat Koordinasi
Bupati Muharram Idris pimpin rapat OPD Aceh Besar pada 5 Oktober 2026 untuk perkuat koordinasi, evaluasi pro...