Bupati Gresik Minta Alumni Bunda Puspa Jadi Pelaku Usaha Mandiri
Gresik — Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta program Bunda Puspa tidak berhenti pada pelatihan semata. Ia menekankan alumni harus mendapat pendampingan agar menjadi perempuan yang mandiri secara ekonomi dan mampu mengembangkan usaha.
Pesan itu disampaikan saat membuka Pelatihan Usaha untuk Pemberdayaan Ekonomi Program Bunda Puspa di Ruang Putri Cempo, Rabu, 7 Oktober 2026. Bupati menekankan pentingnya hasil nyata dari pelatihan bagi peningkatan kesejahteraan peserta.
Bupati: Pelatihan harus berlanjut jadi usaha mandiri
Fandi mengatakan keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah peserta yang mengikuti pelatihan. Yang utama adalah dampak ekonomi setelah peserta kembali ke masyarakat.
"Yang saya inginkan, kader-kader Bunda Puspa kesejahteraannya semakin naik,"
Ia menegaskan alumni perlu didampingi sampai benar-benar mampu menjalankan usaha secara mandiri, termasuk pengurusan legalitas dan akses permodalan.
Pendampingan dan dukungan perangkat daerah
Menurut Bupati, pendampingan harus mencakup berbagai aspek. Antara lain pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), akses permodalan, serta bimbingan pengembangan usaha agar keterampilan tidak berhenti di level pelatihan.
"Bunda Puspa ini didampingi, dilatih, kemudian dilepas ke masyarakat. Jangan sampai setelah pelatihan selesai, selesai juga programnya,"
Ia juga menambahkan, "Harus ada pendampingan sampai mereka benar-benar bisa menjadi pelaku usaha." Untuk itu, ia mendorong dinas terkait ikut mengawal alumni agar kemampuan yang diperoleh berkembang menjadi usaha produktif.
Peran alumni sebagai penggerak lokal
Fandi berharap alumni tidak hanya mandiri untuk diri sendiri, tetapi juga menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Mereka diharapkan menularkan keterampilan mulai dari tingkat dusun, desa, RT hingga RW.
"Minimal alumni Bunda Puspa bisa menjadi alumni yang hebat. Bisa mengajar di lingkungan terkecil, di dusun, desa, RT maupun RW,"
Dengan demikian, efek pemberdayaan dapat meluas dan menjangkau lebih banyak perempuan.
Evaluasi dan target ke depan
Program Bunda Puspa telah berjalan di Gresik sejak 2022. Bupati meminta evaluasi terhadap alumni dilihat dari dampak nyata di masyarakat, bukan sekedar jumlah peserta.
Program ini melibatkan perangkat daerah, perguruan tinggi, pemerintah kecamatan, dan organisasi perempuan. Pemerintah kabupaten menargetkan program mampu melahirkan lebih banyak perempuan mandiri ekonomi dan menjadi penggerak pemberdayaan di lingkungannya.
Fandi menutup dengan mengajak semua pihak mengawal lulusan agar kontribusi mereka terhadap kesejahteraan masyarakat meningkat secara terukur.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Eri Cahyadi: 13 Kepala PD Diganti karena Target Belum Tercapai
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi jelaskan 13 pergantian kepala perangkat daerah karena target output dan outco...
Ngawi: 20.000 Liter Air Bersih Disalurkan ke Dua Desa
Dua truk tangki menyalurkan 20.000 liter air ke Desa Suruh dan Kenongorejo, Ngawi, pada 3 Okt 2026 untuk men...
Dewanti: Investasi di Malang Raya Jangan Korbankan Lingkungan
Dewanti Rumpoko minta investasi Malang Raya selaras dengan tata ruang, perlindungan lingkungan, dan infrastr...
Komisi E DPRD Jatim Studi Banding ke Jateng Sempurnakan Raperda
Komisi E DPRD Jatim studi banding ke Jawa Tengah (3/10/2026) untuk menyempurnakan Raperda keolahragaan dan k...
Mahasiswa Kunjungi DPRD Jember, Uji Informasi dan Pelajari Fungsi Legislasi
Mahasiswa dari berbagai kampus mengunjungi DPRD Jember (2/10/2026) untuk memverifikasi informasi dan mempela...
Magetan Dorong 'Satu Data Kebakaran' untuk Konsolidasi Data
Magetan mendorong pembentukan "Satu Data Kebakaran" untuk menyatukan angka dan menguatkan pencegahan setelah...