Olahraga

TRIONDA: Bola Resmi Piala Dunia 2026 dengan Chip IMU

Bagikan:
Bola TRIONDA Piala Dunia 2026 dengan desain empat panel dan chip IMU

TRIONDA, bola resmi Piala Dunia 2026, diperkenalkan menjelang kick off yang berlangsung pada 11 Juni 2026 di Estadio Azteca, Mexico City. Bola ini hadir dengan desain baru dan sensor Inertial Measurement Unit (IMU) untuk memperkuat integrasi dengan sistem VAR dan offside semi-otomatis. Hadirnya TRIONDA menjadi bagian dari persiapan turnamen yang digelar bersama tiga negara tuan rumah.

Asal nama dan konteks peluncuran

Nama TRIONDA menggabungkan unsur "TRI" yang berarti tiga, dan "ONDA" yang berarti gelombang dalam bahasa Spanyol. Penamaan ini merepresentasikan tiga negara tuan rumah—Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat—serta simbol gelombang sebagai energi dan keterhubungan melalui turnamen.

Presiden federasi sepak bola dunia, Gianni Infantino, menyatakan antusiasmenya pada peluncuran bola ini menjelang pertandingan pembuka Grup A antara Meksiko dan Afrika Selatan.

"Bola Resmi Pertandingan Piala Dunia FIFA 26 telah tiba dan sangat indah! Saya senang dan bangga mempersembahkan TRIONDA," ujar Gianni Infantino.

"Adidas telah menciptakan bola Piala Dunia ikonik lainnya. Dengan desain yang mewujudkan persatuan dan semangat negara tuan rumah tahun depan," tambahnya.

Desain dan aerodinamika

TRIONDA menggunakan konstruksi empat panel yang merupakan pembaruan dari desain sebelumnya. Jahitan dibuat lebih dalam dan permukaan dilengkapi tekstur embossed untuk meningkatkan kontrol pemain, terutama di kondisi lapangan basah atau lembap.

Pengembangan geometri panel dan struktur permukaan ditujukan agar lintasan bola lebih stabil. Tujuannya mengurangi efek pergerakan tak terduga yang pernah dikritik pada edisi sebelumnya.

Keunggulan teknis TRIONDA

Berikut keunggulan utama bola TRIONDA:

  1. Desain empat panel baru untuk distribusi hambatan udara yang lebih merata dan stabilitas saat melayang.
  2. Permukaan embossed yang meningkatkan kontrol dan cengkeraman pada kondisi basah.
  3. Aerodinamika lebih konsisten berkat geometri panel dan struktur permukaan yang disempurnakan.
  4. Teknologi Connected Ball dengan sensor internal untuk integrasi data real-time.

Teknologi chip dan fungsinya

TRIONDA dilengkapi chip berupa Inertial Measurement Unit (IMU) yang ditempatkan di pusat bola. Sensor ini beroperasi sekitar 500 Hz, merekam gerakan bola hingga 500 kali per detik. Data yang dikumpulkan mencakup percepatan, arah, putaran, dan momen kontak.

Data tersebut dikirim secara real-time ke ruang operasi VAR dan digabungkan dengan pelacakan pemain oleh kamera stadion. Integrasi ini mempercepat dan memperakur keputusan terkait offside, handball, atau insiden lain.

Tugas utama chip di TRIONDA mencakup:

  1. Menentukan titik sentuhan bola secara presisi untuk membantu penentuan momen kontak dalam situasi offside tipis.
  2. Mendukung sistem semi-automated offside dengan menggabungkan data sensor dan pelacakan pemain.
  3. Membantu identifikasi handball melalui konfirmasi sentuhan dalam insiden kontroversial.
  4. Menyediakan data real-time untuk VAR sehingga wasit video memperoleh informasi tambahan saat meninjau insiden.
  5. Mendukung analisis pertandingan seperti kecepatan tembakan dan lintasan bola untuk kebutuhan statistik.

Pengujian dan integrasi

Sistem bola terhubung menjalani rangkaian uji coba stadion untuk memastikan akurasi data dan kompatibilitas dengan sistem VAR. Tim inovasi penyelenggara juga menerapkan protokol pengujian ketat sebelum setiap kompetisi guna memastikan fungsi optimal di lapangan.

Dengan kombinasi desain fisik dan sensor berkecepatan tinggi, TRIONDA dirancang untuk mempercepat pengambilan keputusan wasit dan meningkatkan akurasi selama Piala Dunia 2026.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait