Belanda Siap Akhiri Kutukan 'Nyaris Juara' di Piala Dunia 2026
Belanda tampil sebagai salah satu favorit di Piala Dunia 2026 dengan ambisi mengakhiri kutukan sebagai tim yang sering "nyaris juara". Di bawah pelatih Ronald Koeman, tim Oranje mengandalkan pertahanan kokoh dan lini tengah komplet untuk mengatasi kekurangan penyelesaian akhir yang masih menjadi pekerjaan rumah.
Kekuatan utama tim
Sektor pertahanan menjadi fondasi Belanda. Kapten Virgil van Dijk dipasang sebagai jantung pertahanan bersama Micky van de Ven dan Nathan Aké. Kombinasi ini memberi stabilitas saat membangun serangan dari belakang.
Lini tengah disebut paling lengkap di turnamen nanti. Frenkie de Jong berperan sebagai pengatur ritme permainan, dilengkapi mobilitas dan kekuatan duel fisik dari Xavi Simons dan Tijjani Reijnders.
Barisan serang dan statistik
Memphis Depay tetap menjadi pilihan utama di lini depan. Per September 2025, Depay telah mengoleksi 52 gol untuk tim nasional, melampaui rekor Robin van Persie yang 50 gol. Opsi lain mencakup Cody Gakpo dan Donyell Malen, yang memberikan variasi serangan.
Prediksi skuad Timnas Belanda
- Kiper: Bart Verbruggen, Mark Flekken, Justin Bijlow
- Bek: Virgil van Dijk, Stefan de Vrij, Denzel Dumfries, Nathan Aké, Micky van de Ven, Jeremie Frimpong, Jan Paul van Hecke, Jorrel Hato
- Gelandang: Xavi Simons, Tijjani Reijnders, Teun Koopmeiners, Ryan Gravenberch, Jerdy Schouten, Quinten Timber, Luciano Valente, Kees Smit
- Penyerang: Memphis Depay, Wout Weghorst, Donyell Malen, Cody Gakpo, Noa Lang, Brian Brobbey
Jadwal Grup F
- 15 Juni 2026 pukul 03.00 WIB
- 21 Juni 2026 pukul 00.00 WIB
- 26 Juni 2026 pukul 06.00 WIB
Tantangan dan peluang
Meskipun punya kombinasi pengalaman dan pemain muda, konsistensi penyelesaian akhir menjadi tugas utama pelatih Ronald Koeman. Tim ini sering mendominasi penguasaan bola namun kadang kurang tajam dalam memanfaatkan peluang.
Jika Belanda mampu meningkatkan efektivitas di depan gawang dan mempertahankan soliditas pertahanan, peluang mengakhiri sejarah runner-up pada 1974, 1978, dan 2010 terbuka lebar. Kombinasi setiap lini yang seimbang akan menjadi kunci untuk melangkah jauh di turnamen.
Berita Terkait
Devin/Faathir Tersingkir di 32 Besar Australia Open 2026
Devin Artha Wahyudi/Ali Faathir tersingkir di 32 besar Australia Open 2026 usai kalah 17-21, 21-11, 13-21 da...
Ole Romeny Diprediksi Jadi Penentu Kemenangan Timnas vs Mozambik
Ole Romeny diprediksi jadi penentu saat Timnas Indonesia hadapi Mozambik di SUGBK, 9 Juni 2026; performa dan...
Susunan Pemain Indonesia vs Mozambik: Marselino Kembali
Marselino Ferdinan kembali jadi starter saat Indonesia menjamu Mozambik di GBK, 9 Juni 2026; Herdman menurun...
Rachel/Febi Melaju ke 16 Besar Australia Open 2026
Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum melaju ke 16 besar Australia Open 2026 usai menaklukkan Kim Yu Jung/L...
Pelupessy Bidik Kemenangan Kedua atas Mozambik di GBK
Joey Pelupessy membidik kemenangan kedua saat Timnas Indonesia menjamu Mozambik di GBK, 9 Juni 2026 pukul 20...
Jamarr Johnson Puji Atlet Tunarungu di Coaching Clinic Istiqlal
Jamarr Johnson memuji semangat atlet tunarungu saat coaching clinic dan pertandingan persahabatan di lapanga...