Kuda Pacu Legendaris Tsurumaru Tsuyoshi Wafat pada Usia 31
Tsurumaru Tsuyoshi, kuda pacu legendaris asal Jepang, meninggal mendadak pada usia 31 tahun pada Minggu, 2 Agustus 2026 pukul 10.15 waktu setempat di Peternakan Yoshino, Prefektur Miyazaki. Pengurus peternakan menyebut kuda itu sempat demam sehari sebelumnya sebelum kondisinya memburuk.
Kematian dan kondisi terakhir
Pemilik Peternakan Yoshino, Yoshino Shinsaku, menjelaskan bahwa Tsurumaru menunjukkan gejala demam sehari sebelum wafat. Setelah diberi obat penurun demam, suhu tubuhnya menurun pagi harinya dan kuda itu dibawa ke padang rumput seperti biasa pada pukul 05.00.
“Kemarin, karena muncul gejala demam, saya memberikannya obat dan di awal pagi, demamnya turun. Karena itu, seperti biasa, saya membawa kuda itu ke padang rumput pada pukul 5 pagi,” kata Yoshino.
Namun, sekitar satu jam setelah berada di padang rumput, Yoshino mengatakan kuda itu kehilangan kesadaran dan tidak dapat berdiri lagi. Ia kemudian menghembuskan napas terakhir di lokasi.
“Setelah sekitar satu jam di sana, ketika saya berpikir untuk memasukkannya kembali ke kandang, kuda itu tiba-tiba tidak bisa berdiri lagi dan langsung menghembuskan napas terakhirnya,” ujar Yoshino.
Karier dan prestasi
Tsurumaru Tsuyoshi lahir dari pejantan Symboli Rudolf dan betina Sweet Cielo. Pada puncak kariernya, ia menjuarai Kyoto Daishoten dan meraih kemenangan di dua balapan utama saat kompetisi Asahi Challenge C pada 1999. Prestasi tersebut mengukuhkan namanya di sejarah pacuan kuda Jepang.
Masa pensiun dan perawatan akhir
Setelah pensiun dari lintasan, Tsurumaru bertugas sebagai kuda penuntun di Arena Pacuan Kuda JRA Kyoto. Sejak 2017, ia tinggal di Peternakan Yoshino, di mana perawatannya diawasi langsung oleh pemilik peternakan.
Yoshino menyatakan Tsurumaru jarang sakit sejak tiba di peternakan, tetapi belakangan kondisi tubuhnya menurun. Kuda itu mulai kehilangan nafsu makan dan turun berat badan sejak awal tahun ini, sehingga memerlukan perhatian ekstra dari tim perawatan.
“Sejak datang ke peternakan kami, ia tidak pernah sakit sama sekali dan selalu sehat. Kadang-kadang memang bertengkar dengan kuda di sekitarnya, tapi biasanya dia jinak,” kata Yoshino.
Kenangan dan warisan
Pemilik mengenang Tsurumaru sebagai kuda yang dulunya aktif berlari di padang rumput, meski di masa tua kebiasaan itu berkurang. Ia menyampaikan rasa syukur karena kuda itu tidak menderita di akhir hayatnya dan telah mencapai usia yang panjang.
“Saya terus mengamati proses penuaannya, tapi untungnya dia tidak menderita di saat-saat terakhirnya. Dia telah hidup panjang hingga usia ini,” ujar Yoshino sambil mengenang.
Warisan prestasinya di lintasan dan masa pensiunnya yang tenang membuat Tsurumaru Tsuyoshi dikenang oleh komunitas pacuan kuda Jepang dan para penggemarnya.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Leica Al Humaira Lubis Sumbang Perunggu ke-4 untuk Indonesia
Leica Al Humaira Lubis raih perunggu kumite +68kg di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 usai kalahkan wakil Kirgi...
Srikandi Bulutangkis Putri Singgah ke Rumah Indonesia Usai Menang
Tim Putri Badminton Indonesia singgah ke Rumah Indonesia untuk makan dan melepas rindu setelah menang 3-0 at...
Indonesia Naik ke Peringkat 8 di Klasemen Asian Games 2026
Indonesia naik ke peringkat delapan klasemen Asian Games 2026 setelah meraih 1 perak dan 3 perunggu hingga 2...
Seraf Naro Siregar Sabet Perunggu, Medali Pertama Indonesia di Asian Games
Seraf Naro Siregar merebut medali perunggu nomor Men’s Changquan dan menjadi peraih medali pertama Indonesia...
Soft Tennis Beregu Putra Raih Medali Perunggu di Asian Games 2026
Tim soft tennis beregu putra Indonesia meraih medali perunggu setelah kalah 0-2 dari Jepang di semifinal Asi...
Moyes Enggan Bicarakan Eropa Meski Everton Tak Terkalahkan
Moyes meminta Everton tak bicara soal Eropa meski tak terkalahkan; ia khawatir pengalaman musim lalu dan efe...