Mentan Siapkan Beasiswa untuk 20 Mahasiswa Palestina
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyepakati pemberian beasiswa bagi hingga 20 mahasiswa dan alumni Palestina saat menerima Utusan Khusus Presiden Palestina, Mahmoud Sedqi Abdalrahman Alhabbash, di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin 28 September 2026. Program ini bagian dari penguatan kerja sama kedua negara di bidang pendidikan dan pertanian.
Kesepakatan beasiswa
Amran mengatakan beasiswa ditujukan bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan serta alumni yang memiliki kompetensi. Jumlah peserta yang diusulkan berkisar antara 10 sampai 20 orang.
"Untuk sekolah, sepuluh sampai dua puluh. Jadi untuk mahasiswa, tapi kalau alumni juga enggak apa-apa," ujar Amran.
Langkah ini diambil untuk membuka peluang kontribusi generasi muda Palestina sesuai keahlian masing-masing. Kementerian menekankan beasiswa sebagai salah satu sarana memperkuat hubungan bilateralis.
Keterlibatan dalam proyek smart city Makassar
Selain beasiswa, Amran menyampaikan peluang keterlibatan mahasiswa dan alumni Palestina pada pengembangan fasilitas pendidikan dan keagamaan di kawasan smart city Makassar, Sulawesi Selatan. Salah satu fasilitas yang disebut adalah masjid besar dengan kapasitas sekitar 20 ribu jamaah.
Pelibatan ini dimaksudkan untuk memberi ruang kontribusi praktis bagi penerima beasiswa dan alumni yang memiliki kompetensi relevan.
Diskusi investasi pertanian
Pertemuan juga membahas peluang kerja sama investasi di sektor pertanian. Pihak Palestina menyatakan ketertarikan untuk mengembangkan kerja sama pertanian dengan Indonesia.
"Kami telah melakukan pertemuan yang sangat bermanfaat dengan Yang Mulia Menteri untuk membahas kerja sama di bidang investasi pertanian. Kami berharap dapat membangun kerja sama yang baik antara Palestina dan Indonesia, khususnya di bidang pertanian," kata Alhabbash.
Kementerian Pertanian mendorong agar kerja sama ini berwujud program yang memberi manfaat nyata bagi kedua negara, termasuk transfer teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Dampak dan prospek ke depan
Beasiswa dan rencana investasi diharapkan memperkuat hubungan diplomatik serta membuka peluang ekonomi dan pendidikan jangka panjang. Pemerintah Indonesia menyebut pendidikan dan pertanian sebagai dua sektor utama untuk memperdalam kolaborasi bilateral.
Pelaksanaan teknis program, termasuk mekanisme seleksi dan jadwal pemberangkatan penerima beasiswa, masih menunggu penetapan lebih lanjut dari pihak Kementerian Pertanian.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...