SAR Sisir Anjungan dan Kamar KM Virgo Transport 8
Tim penyelam gabungan Basarnas, TNI AL, dan potensi SAR kembali melakukan penyisiran di lokasi bangkai KM Virgo Transport 8 pada Senin, 28 September 2026. Penyelaman dimulai sekitar pukul 09.25 WITA di perairan Masalembo, Laut Jawa, dengan fokus pada anjungan dan kamar-kamar kapal untuk mencari korban kecelakaan.
Operasi penyisiran bawah air
Penyisaman dilakukan bertahap dan penuh kehati-hatian. Tim menyisir bagian-bagian sempit dan ruang tertutup kapal untuk memastikan tidak ada titik potensial yang terlewat.
“Kondisi bangkai kapal yang berada di bawah permukaan laut menjadi tantangan bagi tim penyelam. Keterbatasan jarak pandang serta kondisi ruang yang sempit membuat proses penyisiran harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian,”
Menurut petugas, kondisi visibilitas yang rendah dan struktur kapal yang runtuh memaksa tim memakai prosedur penyelaman khusus. Setiap hasil penyisiran dievaluasi untuk menentukan langkah pencarian selanjutnya.
Evakuasi korban dan rute penanganan
Basarnas melaporkan telah menemukan dan mengevakuasi lima korban dari lokasi pencarian. Keempat korban pertama dibawa ke KRI Gusti Ngurah Rai, sedangkan satu korban dievakuasi ke KN SAR Purworejo.
Selanjutnya, empat korban diterbangkan menuju Banjarmasin menggunakan Helikopter HS 1331 milik TNI AL, dan satu korban menggunakan Helikopter HR 3601 milik Basarnas. Setibanya di Banjarmasin, seluruh korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara Banjarmasin untuk proses identifikasi dan perawatan lanjutan.
Data penumpang dan perkembangan terbaru
Berdasarkan manifest, tercatat 243 orang penumpang dan awak kapal. Hingga laporan terakhir, sebanyak 179 orang telah ditemukan, terdiri dari 108 selamat dan 71 meninggal dunia. Saat ini masih ada 64 orang yang dinyatakan hilang dan dalam pencarian.
| Jumlah | Status |
|---|---|
| 243 | Manifest penumpang & awak |
| 179 | Ditemukan |
| 108 | Selamat |
| 71 | Meninggal dunia |
| 64 | Masih dicari |
Koordinasi dan langkah berikutnya
Sinergi antar unsur SAR tetap dikuatkan. Setiap temuan menjadi bahan evaluasi taktis untuk memperluas atau memfokuskan area pencarian.
“Setiap korban yang berhasil ditemukan adalah hasil dari kerja keras, ketelitian, dan sinergi seluruh unsur SAR. Kami akan terus melakukan pencarian secara maksimal dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia,”
Basarnas menegaskan operasi pencarian, evakuasi, identifikasi, dan penanganan korban akan terus dilanjutkan secara terkoordinasi sampai seluruh korban ditemukan atau operasi dinyatakan selesai sesuai prosedur.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...