Nasional

Amran: Kebijakan Tepat Tentukan Kesejahteraan Rakyat

Bagikan:
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berbicara di hadapan peserta Sespimti Polri di Jakarta

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaimankebijakan tepat menjadi penentu arah bangsa dan kesejahteraan rakyat saat memberi materi di Sespimti Polri, Jakarta, Senin 28 September 2026. Ia mengatakan pemimpin harus berani mengambil keputusan yang berpihak kepada rakyat karena kebijakan keliru membawa dampak luas.

Keputusan pemimpin dan risikonya

Amran menegaskan bahwa kesalahan kebijakan bisa lebih merusak daripada korupsi. Ia meminta peserta memahami bahwa tugas pemimpin adalah membuat kebijakan yang benar dan berani bertanggung jawab atas keputusan tersebut.

"Kita harus ingat, bapak-bapak ini pemimpin. Yang paling penting adalah kebijakan. Kebijakan yang salah jauh lebih berbahaya dari koruptor. Karena itu pemimpin harus berani mengambil keputusan yang benar dan berpihak kepada rakyat,"

Reformasi tata kelola pupuk sebagai contoh

Sebagai ilustrasi, Amran memaparkan perubahan tata kelola pupuk yang dilakukannya untuk memangkas rantai distribusi dan meningkatkan efisiensi anggaran negara. Ia menyebut proses analisis singkat dan keputusan cepat menjadi kunci penyelesaian masalah tersebut.

"Kami diperintah Pak Presiden Prabowo untuk selesaikan masalah pupuk. Kami analisis tiga hari, kami panggil Direktur Pupuk Indonesia. Kami selesaikan kebijakan untuk pupuk termasuk revitalisasi pabrik. Bayangkan, Rp500 triliun bisa kami hemat hanya karena secarik kertas,"

Swasembada pangan dan capaian sektor pertanian

Amran mengklaim perbaikan kebijakan mendukung pondasi swasembada pangan Indonesia. Ia menyatakan stok beras pemerintah sempat mencapai 5,37 juta ton dan Kementerian Pertanian menerima dua penghargaan dari FAO.

"Kita sudah swasembada dan insya Allah berkelanjutan. Stok kita tertinggi selama merdeka pernah mencapai 5,37 juta ton. Kita juga mendapat dua penghargaan tertinggi dari FAO,"

Kolaborasi lintas sektor dan sumber daya strategis

Menurut Amran, pembangunan tidak bisa mengandalkan satu institusi dan harus bersifat kolaboratif. Ia menekankan pangan, energi, dan air sebagai sumber daya strategis yang harus diperkuat demi ketahanan negara.

"Sekarang perang bukan lagi soal senjata. Senjata terbaik adalah pangan, energi, dan air. Karena itu pangan dan energi harus kita perkuat sesuai arahan Bapak Presiden,"

Karakter pemimpin dan respons peserta

Selain kompetensi teknis, Amran menyebut karakter sebagai faktor penentu keberhasilan seorang pemimpin. Ia mengatakan puncak keberhasilan lebih ditentukan oleh karakter daripada pendidikan atau kekayaan.

"Yang membuat seseorang sampai ke puncak bukan karena pendidikan, bukan karena kekayaan, tetapi karena karakter. Karakter yang membuat orang sukses di segala sektor,"

Perwakilan peserta Sespimti Polri, Komisaris Besar Polisi Boy J Situmorang, memberi apresiasi atas paparan Amran. Ia menilai pengalaman tersebut memberikan banyak insight bagi calon pemimpin Polri ke depan.

"Beliau menjelaskan capaian-capaian Kementerian Pertanian yang luar biasa dan memberikan banyak insight bagi kami calon pemimpin Polri ke depan,"

Peserta dari Kejaksaan, Taufan Zakariah, menilai pertemuan itu menginspirasi pentingnya sinergi antar-institusi dalam menjalankan program pemerintah.

"Kami sangat mengapresiasi apa yang disampaikan Pak Menteri. Bukan hanya soal keberhasilan program pemerintah, tetapi juga banyak memberikan inspirasi kepemimpinan bagi kami semua,"

Penekanan Amran pada kebijakan yang tepat dan kolaborasi lintas sektor memberi gambaran bahwa arah kebijakan publik akan memengaruhi ketahanan pangan dan kesejahteraan jangka panjang. Ke depan, implementasi kebijakan yang cepat dan berorientasi publik akan menjadi kunci menjaga stabilitas nasional.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait