Ekonomi

Amazon dan Liberty Society Dukung Pemberdayaan Perempuan di Jabodetabek

Bagikan:
Peserta pelatihan menjahit program pemberdayaan perempuan di Jabodetabek

Amazon dan Liberty Society Foundation (LSF) meluncurkan kolaborasi CSR berupa pelatihan dan program pemberdayaan perempuan wirausaha di wilayah metropolitan Jakarta (Jabodetabek). Kick off program bertema "Empowering Women-Led MSMEs through Digital Literacy & Entrepreneurship" dilaksanakan pada Rabu, 29 Juli 2026. Inisiatif ini menargetkan 130 penerima manfaat dari komunitas kurang terlayani untuk meningkatkan keterampilan, akses pasar, dan kemandirian ekonomi.

Rangkaian program dan sasaran peserta

Program ditujukan untuk perempuan rentan, termasuk ibu tunggal dan perempuan berpenghasilan rendah yang sebelumnya belum mendapat pelatihan formal. Selain memberikan keterampilan teknis, tujuan program adalah membuka peluang kerja dan membantu peserta membangun usaha yang berkelanjutan.

LSF dan Amazon menyusun serangkaian lokakarya yang akan berjalan hingga Oktober 2026. Materi meliputi strategi pengembangan usaha, akses permodalan, kemitraan, peningkatan kualitas produk, dan peluang pasar.

Pelatihan menjahit dan pengolahan limbah

Salah satu inti program adalah pelatihan menjahit bagi 50 perempuan dari Jabodetabek. Peserta belajar menjahit serta mengolah kembali bahan daur ulang seperti kemasan plastik dan bahan bekas menjadi produk bernilai tambah.

Pelatihan ini sekaligus mengajarkan prinsip ekonomi sirkular: mengurangi limbah sambil menciptakan produk bernilai komersial. Selain keterampilan praktis, peserta mendapat bimbingan untuk merancang produk yang layak jual dan strategi pemasaran.

Dukungan Amazon dan dampak komunitas

Kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen Amazon yang lebih luas di Indonesia sejak peluncuran AWS Region di Jakarta pada 2021. Perusahaan telah menjalankan program pendidikan STEAM, pengembangan keterampilan lokal, serta inisiatif lingkungan dan WASH.

Darren Ong, Head of Public Policy Asia Tenggara, menegaskan dukungan Amazon.

"Kami bangga dapat bekerja sama dengan Liberty Society Foundation untuk mendukung perempuan dari komunitas kurang terlayani di Jabodetabek. Dengan semangat inovatif Amazon, kami ingin membantu membangun komunitas yang lebih kuat."

Tamara Gondo, Direktur Eksekutif LSF, menambahkan bahwa tujuan kolaborasi bukan sekadar keterampilan jangka pendek.

"Melalui kolaborasi dengan Amazon ini, kami berharap peserta tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menciptakan dan mengembangkan usaha, menghasilkan pendapatan, dan menjadi lebih mandiri secara finansial dalam jangka panjang."

Respons pemerintah dan harapan ke depan

Temmy Satya Permana, Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM RI, menyambut baik inisiatif ini dan mendorong peserta memanfaatkan program untuk memperluas jejaring dan menembus pasar lebih luas.

"Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kolaborasi Amazon dan Liberty Society Foundation yang telah membangun ekosistem bagi lahirnya womenpreneurs yang tangguh dan berdaya saing."

Program ini diharapkan membuka jalan menuju kemandirian ekonomi jangka panjang bagi perempuan di Jabodetabek sekaligus memberi contoh kemitraan sektor swasta dan organisasi nirlaba dalam peningkatan ekonomi inklusif.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait