Fadli Zon Siapkan 30 Ribu Buku untuk Perpustakaan Danantara
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengumumkan penambahan 30 ribu buku untuk memperkaya koleksi Perpustakaan Danantara di Museum Nasional Indonesia. Pengumuman itu disampaikan dalam keterangan pers yang diterima pada Minggu, 27 September 2026. Saat ini perpustakaan menyimpan sekitar 9.000 buku yang berasal dari koleksi Museum Nasional dan telah ditata untuk pengunjung.
Penambahan koleksi untuk perpustakaan riset
Penambahan 30 ribu judul bertujuan memperkuat fungsi perpustakaan sebagai ruang riset terbuka. Koleksi baru akan didatangkan dan diakuisisi untuk melengkapi bahan riset dan pembelajaran. Penataan dilakukan agar peneliti dan pengunjung mudah menemukan buku langka dan dokumen penting.
"Ini isinya adalah koleksi dari Museum Nasional Indonesia. Dari jumlah tiga puluh ribu koleksi, sekitar sembilan ribu sudah dibawa ke sini dan sisanya ditambahkan lagi,"
Koleksi langka dan dokumen unik
Perpustakaan Danantara dirancang menyimpan dokumen yang sulit ditemukan di perpustakaan lain. Menurut Fadli Zon, terdapat catatan harian Batavia yang merekam peristiwa ekonomi, budaya, dan politik sejak abad ke-17. Koleksi semacam ini menjadi sumber primer bagi studi sejarah Nusantara.
"Koleksi perpustakaan ini kami harapkan menjadi perpustakaan riset karena menyimpan dokumen yang hanya satu-satunya di sini untuk riset. Ada inventarisasi Museum Nasional, termasuk dark register yaitu catatan harian Batavia yang merekam peristiwa ekonomi, budaya, dan politik," ujarnya.
Ragam bahan koleksi
Selain catatan harian Batavia, perpustakaan menampung berbagai majalah dan naskah yang merekam peristiwa masa lalu secara komprehensif. Koleksi juga mencakup karya tertulis dari tradisi lisan yang pernah dicetak.
- Hikayat, serat, dan suluk
- Roman dan naskah historis
- Buku langka, antik, dan sejarah
- Koleksi dari era Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1970-an hingga 1980-an)
Fadli Zon menyinggung keberadaan karya berbahasa Jawa Kuno seperti Serat Centhini sebagai bagian penting koleksi. Ia menyatakan koleksi dari dekade 1970-an hingga 1980-an cukup lengkap dan beragam.
Restorasi Museum dan target ke depan
Selain menambah koleksi buku, pemerintah juga merencanakan akuisisi bahan relevan untuk melengkapi kebutuhan riset. Pihak museum menargetkan penyelesaian restorasi dan revitalisasi bagian-bagian penting Museum Nasional menjelang peringatan 250 tahun berdirinya.
Perbaikan ini termasuk penanganan koleksi emas dan uang yang sempat terbakar, dengan proses pemulihan dijadwalkan berlangsung bertahap hingga tahun depan. Upaya ini diharapkan memulihkan keutuhan Museum Nasional sekaligus memperkuat fungsi Perpustakaan Danantara sebagai pusat riset sejarah.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
27 September 2026: 5 Peringatan, dari Hari Bhakti Postel hingga Hari Sungai
27 September 2026 memperingati lima momentum: Hari Bhakti Postel, HUT Kota Palu, Hari Pariwisata, Hari Tuli,...
Survei INES: Kepuasan Publik terhadap Presiden Prabowo 79,3%
Survei INES: kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo 79,3%; kepercayaan 82,1%—tetap ada kekhawatiran soal...
Pemerintah Siapkan Pendidikan Gratis Bertahap Mulai 2027
Pemerintah menyiapkan pendidikan gratis bertahap untuk semua jenjang mulai 2027, dengan prioritas wilayah 3T...
Polisi Perketat Keberangkatan Jemaah Umrah di Bandara Soetta
Polresta Bandara Soekarno-Hatta memperketat pengamanan jemaah umrah di Gate 6 Terminal 2 untuk antisipasi ga...
GKSR Ajukan Naskah Akademik Revisi UU Pemilu, Usul Ambang 1%
GKSR menyerahkan naskah akademik 200 halaman berisi 30 isu kepemiluan dan mengusulkan parliamentary threshol...
Karhutla Meluas di Gunung Rinjani, 977,74 Ha Terdampak
Karhutla di TN Gunung Rinjani meluas hingga 977,74 ha; 80 personel dikerahkan. Pemadaman terkendala angin ke...