Nasional

Perpustakaan Danantara: Cara Akses Gratis dan Aturan Kunjungan

Bagikan:
Interior Perpustakaan Danantara di Museum Nasional Indonesia

Perpustakaan Danantara di Museum Nasional Indonesia bisa dikunjungi tanpa biaya layanan perpustakaan; pengunjung hanya membayar tiket masuk museum. Untuk membaca koleksi langka, pengunjung wajib mendaftar slot kunjungan yang dibuka secara berkala karena kapasitas ruang terbatas.

Cara mengakses dan aturan kunjungan

Kepala Museum dan Cagar Budaya, Indira Estiyanti Nurjadin, mengatakan pengelola menerapkan sistem slot untuk menjaga koleksi langka dan mengatur kapasitas. Setiap sesi menampung sekitar 18–20 pengunjung dan durasi kunjungan di dalam ruangan dibatasi agar layanan berjalan tertib.

Pengunjung yang datang ke sini tidak dipungut biaya, hanya tiket masuk untuk Museum Nasional. Namun, koleksi langka memiliki aturan khusus sehingga pengunjung harus mengisi slot kunjungan terlebih dahulu sebelum membaca koleksi,

Peraturan penting yang harus dipatuhi pengunjung:

  • Isi slot kunjungan sebelum datang.
  • Baca di tempat; koleksi tidak boleh dibawa keluar dan tidak dapat dipinjam.
  • Masing-masing sesi memiliki durasi terbatas sesuai pengelolaan ruang.

Penambahan koleksi dan tujuan

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyiapkan tambahan sekitar 30.000 buku untuk memperkaya koleksi Perpustakaan Danantara. Saat ini perpustakaan telah menampung sekitar 9.000 buku dari koleksi Museum Nasional yang sedang ditata.

Ini isinya adalah koleksi dari Museum Nasional Indonesia. Dari jumlah tiga puluh ribu koleksi, sekitar sembilan ribu sudah dibawa ke sini dan sisanya ditambahkan lagi,

Penambahan ini bertujuan memperkuat fungsi perpustakaan sebagai ruang riset yang menyimpan berbagai sumber sejarah Indonesia secara terbuka. Koleksi diatur agar peneliti lebih mudah menemukan bahan langka dan dokumen penting.

Peran riset dan koleksi langka

Pengelola menekankan perpustakaan riset ini menyimpan dokumen yang jarang tersedia di tempat lain. Salah satu koleksi penting adalah catatan harian Batavia yang merekam peristiwa ekonomi, budaya, dan politik sejak abad ke-17.

Koleksi perpustakaan ini kami harapkan menjadi perpustakaan riset karena menyimpan dokumen yang hanya satu-satunya di sini untuk riset. Ada inventarisasi Museum Nasional, termasuk dark register yaitu catatan harian Batavia yang merekam peristiwa ekonomi, budaya, dan politik,

Penutup

Dengan aturan slot dan penambahan koleksi, Perpustakaan Danantara diarahkan menjadi pusat riset yang lebih terstruktur. Kebijakan ini memberi peluang bagi akademisi dan peneliti untuk mengakses dokumen langka secara teratur, meski dalam kapasitas terbatas demi pelestarian koleksi.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait