Zverev ke Final Wimbledon 2026 Usai Singkirkan Arthur Fery
Alexander Zverev memastikan tiket final Wimbledon pertamanya setelah mengalahkan wakil tuan rumah Arthur Fery 7-6(0), 6-2, 6-4 pada semifinal, Jumat 10 Juli 2026 di All England Club, London. Kemenangan itu mengakhiri langkah mengejutkan petenis wildcard dan membawa Zverev selangkah lagi meraih gelar Grand Slam kedua musim ini.
Laga dan skor
Pertandingan berlangsung selama dua jam 14 menit di Lapangan Utama dengan dukungan penuh penonton untuk Fery. Set pertama berjalan ketat dan ditentukan lewat tie-break, yang dimenangkan Zverev dengan margin meyakinkan 7-6(0). Dua set berikutnya dikuasai Zverev dengan skor 6-2 dan 6-4.
Kunci kemenangan
Zverev tampil tenang dan percaya diri sepanjang laga. Servis pertama-nya beberapa kali menyulitkan Fery dan memaksa lawan terus berada dalam tekanan dari garis belakang. Permainan agresif dan pengembalian yang konsisten jadi faktor penentu pada set kedua dan ketiga.
Rasanya luar biasa. Grand Slam ini selalu paling menyulitkan saya, dan kini saya berada di final Wimbledon. Saya sangat bahagia, bangga kepada tim, dan kami tinggal menyelesaikan satu pertandingan lagi.
Usai laga Zverev juga memuji penampilan lawannya dan menilai karier Fery baru memasuki babak awal yang menjanjikan.
Sejarah dan dampak peringkat
Kemenangan membuat Zverev tercatat sebagai petenis putra Jerman ketiga yang mencapai final Wimbledon. Sebelumnya pada Juni 2026, Zverev meraih gelar Grand Slam pertamanya di Roland Garros.
Di Wimbledon tahun ini Zverev hanya kehilangan dua set dari enam pertandingan yang dilalui, menunjukkan konsistensi tinggi di permukaan rumput. Hasil semifinal juga mendorongnya naik ke peringkat dua dunia versi ATP, menggantikan Carlos Alcaraz yang absen beberapa bulan karena cedera pergelangan tangan.
Penampilan saya luar biasa, tetapi Arthur juga pantas mendapat pujian. Ini baru awal perjalanan kariernya dan saya percaya dia akan meraih banyak hal.
Prospek final
Di final, Zverev akan menghadapi pemenang antara Jannik Sinner dan Novak Djokovic. Jika menjuarai Wimbledon, Zverev akan menyamai prestasi langka: meraih gelar Roland Garros dan Wimbledon dalam satu musim, sebuah pencapaian yang hanya dimiliki oleh segelintir legenda tenis.
Dengan momentum ini, Zverev akan memasuki final sebagai favorit sekaligus membawa beban untuk menutup musim Grand Slam dengan gelar kedua. Hasil pertandingan penentu akan memberi gambaran lebih jelas tentang peluangnya menyempurnakan musim 2026.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
De Zerbi Minta Tottenham Bangun Mentalitas Menang Hadapi Charlton
De Zerbi minta Tottenham bangun mentalitas menang jelang laga EFL Cup kontra Charlton, setelah kekalahan 0-3...
Voli Putri Indonesia Lolos Perempat Final AVC Setelah Kalahkan Australia
Timnas voli putri Indonesia lolos ke perempat final AVC 2026 setelah menang 3-0 atas Australia di Tianjin, m...
Chiara Handoyo Comeback ke 32 Besar Pontianak International Challenge
Chiara Marvella Handoyo melaju ke 32 besar Pontianak International Challenge 2026 setelah menang 21-12, 21-1...
Klay Thompson Gabung Miami Heat, Senjata Baru dari Garis Tiga
Klay Thompson resmi gabung Miami Heat dengan kontrak dua tahun senilai 11,5 juta dolar untuk memperkuat lini...
Sabalenka Terancam Kehilangan Peringkat 1, Wajib Juara di US Open 2026
Sabalenka terancam kehilangan peringkat satu dunia setelah US Open 2026 karena 2.000 poin dari gelar sebelum...
Wahyu/Pulung Lolos 16 Besar Pontianak International Challenge 2026
Wahyu Agung Prasetyo/Pulung Ramadhan melaju ke 16 besar Pontianak International Challenge 2026 setelah menan...