Bupati Sergai Minta Dapur SPPG Terapkan Zero Accident untuk MBG
Sei Rampah, Serdang Bedagai — Bupati H. Darma Wijaya menginstruksikan seluruh pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menerapkan konsep zero accident pada Senin, 24 Agustus. Instruksi ini diberikan untuk mengantisipasi kejadian keracunan makanan dan memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan aman bagi anak, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Standar operasional dan pencegahan
Bupati menekankan penerapan standar higienitas ketat dan kontrol kualitas bahan baku di seluruh dapur SPPG. Selain itu, penggunaan alat pemeriksaan cepat (food safety kit) dan kepatuhan terhadap prosedur operasi standar (SOP) menjadi keharusan. Seluruh proses mulai dari pengolahan hingga distribusi makanan harus diawasi secara disiplin untuk mencegah penyimpangan.
Menurutnya, ada tiga aspek utama yang harus ditingkatkan: pengawasan bahan baku dan kualitas pangan, kebersihan dapur dan pekerja, serta keamanan kerja serta proses distribusi. Langkah ini dimaksudkan agar tidak terjadi insiden kesehatan pada penerima manfaat MBG.
“Jadi secara garis besar ada tiga hal yang harus dilakukan serta ditingkatkan oleh seluruh dapur SPPG guna mewujudkan zero accident yakni pengawasan bahan baku dan kualitas pangan, kebersihan dan higienitas dapur serta pekerja, serta kemanan kerja dan proses distribusi,”
Monitoring rutin oleh BGN wilayah
Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Sergai, Nurhasanah Ritonga, menjelaskan upaya monitoring intensif dilakukan secara berkala. Dalam dua minggu terakhir, evaluasi dan briefing rutin digelar melalui zoom pada jam operasional krusial, yakni pukul 02:00–04:00 WIB. Kegiatan ini melibatkan Kepala BGN dan tim lapangan.
“Alhamdulillah, sejauh ini 67 dapur SPPG yang sudah beroperasional di Serdang Bedagai dan zero accident,”
Nurhasanah menambahkan bahwa korwil bersama KASPPG, pengawas gizi, pengawas keuangan, dan relawan menerapkan arahan tersebut di lapangan. Mereka mengawasi tahapan persiapan, pengolahan, pemorsian, hingga distribusi untuk memastikan semua berjalan sesuai SOP.
Target dan dampak terhadap penerima manfaat
Target utama penerapan konsep zero accident adalah nihil kasus keracunan atau kecelakaan pangan dalam pelaksanaan MBG. Jika tercapai, program dapat menjamin keamanan pangan bagi kelompok rentan penerima manfaat. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan efektivitas program pemerintah daerah.
Ke depan, pemerintah daerah dan BGN wilayah berencana melanjutkan pengawasan intensif dan pelatihan praktis bagi pengelola dapur. Upaya ini diharapkan menutup celah kesalahan operasional dan memperkuat sistem mutu dalam penyelenggaraan MBG.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Polsek Aek Natas Bekuk Pengedar, Sita Sabu 1,95 Gram di Perkebunan
Unit Reskrim Polsek Aek Natas menangkap RS alias Gobang (33) di perkebunan sawit Labuhanbatu Utara dan menyi...
DPRD Batubara Sampaikan Perubahan Propemperda 2026
DPRD Batubara menyampaikan perubahan Propemperda 2026 pada 9 Oktober, mencakup penambahan satu Ranperda dan...
T. Haris Fadhillah Daftar Calon Ketua PWI Aceh 2026–2031
T. Haris Fadhillah mendaftar sebagai calon Ketua PWI Aceh 2026–2031, mengusung penguatan SDM, transformasi k...
PUPR Banda Aceh Survei 6 Manhole Rusak di Jalan Tgk. Daud Beureueh
Dinas PUPR Banda Aceh temukan enam manhole rusak di Jalan Tgk. Daud Beureueh; dua sudah diperbaiki, sisanya...
Enam Siswa Dirawat, Kondisi Korban Keracunan MBG di Medan Membaik
RSU IPI Medan: enam siswa korban keracunan MBG dirawat, dua sudah pulang setelah kondisi membaik; empat masi...
Sumut Dapat 15.011 Unit Bedah Rumah 2026, Ribuan Belum Diverifikasi
Sumut mendapat 15.011 unit bedah rumah 2026, namun 5.943 unit belum didata; Pemprov diminta percepat koordin...