Wregas Siapkan Film Adaptasi Buku Andreas Kurniawan untuk 2027
Wregas Bhanuteja sedang menyiapkan film panjang baru yang diadaptasi dari buku Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring karya Andreas Kurniawan. Proyek produksi Rekata Studio itu direncanakan tayang pada 2027, menurut unggahan Wregas di akun media sosial pribadinya.
Proyek dan pengumuman
Pengumuman awal proyek dilakukan lewat sebuah foto yang diunggah Wregas. Visual menampilkan spons penuh busa dengan angka 2027 di bagian tengah. Dalam keterangan unggahan, sutradara menyertakan serangkaian emoji yang mengisyaratkan proses produksi.
emoji kamera, clipper, pring dan sabun
Sumber adaptasi: pengalaman pribadi dan tema karya
Buku yang menjadi sumber adaptasi ditulis oleh psikiater Andreas Kurniawan dan pertama kali diterbitkan pada 2023. Karya itu mengangkat pengalaman pribadi Andreas dalam menghadapi kehilangan anaknya.
Dalam buku tersebut, Andreas menggambarkan proses berduka yang dijalani lewat rutinitas sehari-hari, termasuk kebiasaan mencuci piring yang menumpuk. Tema kehilangan dan penerimaan menjadi inti narasi yang kini akan diubah ke medium film panjang.
Status produksi dan detail yang belum diumumkan
Hingga kini, informasi soal pemeran, kru inti, dan jadwal syuting belum dirilis. Rekata Studio tercatat sebagai rumah produksi yang terlibat, namun detail kontrak dan kalender produksi masih dalam tahap persiapan.
Tim produksi menyiapkan proyek ini sebagai langkah berikutnya dalam perjalanan Wregas mengolah kisah personal menjadi karya layar lebar. Rencana tayang pada 2027 memberi waktu bagi produksi untuk mengembangkan naskah dan persiapan teknis.
Konteks karier dan penghargaan
Film adaptasi ini akan menjadi karya panjang keempat Wregas sebagai sutradara. Sebelumnya ia dikenal lewat film-film seperti:
- Penyalin Cahaya
- Para Perasuk
Kepedulian terhadap cerita-cerita personal dan tema emosional menjadi ciri khas karya Wregas. Di sisi lain, buku Andreas juga memperoleh pengakuan. Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring meraih penghargaan Book of the Year dalam ajang IKAPI Awards 2024.
Apa yang bisa diharapkan pembaca dan penonton
Adaptasi ini berpotensi melanjutkan tren film Indonesia yang mengambil sudut pandang intim dan reflektif. Jika tetap pada materi asal, penonton dapat mengharapkan fokus pada proses berduka dan ritual sehari-hari sebagai medium narasi.
Untuk saat ini, publik diminta menunggu pengumuman resmi soal casting dan jadwal produksi. Proyek ini menjadi salah satu yang dinantikan, mengingat rekam jejak Wregas dalam menyajikan cerita personal ke layar lebar.
Jurnalis hiburan yang fokus pada dunia selebritas, film, musik, dan budaya populer.
Berita Terkait
Lagi Probation: Drama Komedi Persaingan Enam First Jobber
Film Lagi Probation mengisahkan enam first jobber yang bersaing memperebutkan satu posisi tetap; tayang di b...
Nominasi AMI Awards 2026: 67 Kategori, Nama Baru Menonjol
YAMI umumkan 67 kategori AMI Awards 2026 dengan tema "Ruang Nada Nusantara"; 5.360 karya ikut serta dan munc...
The Doll Ghawiah: Teror Boneka Baru dari Hitmaker Studios
Hitmaker Studios rilis The Doll Ghawiah, horor baru yang tayang 29 Oktober 2026 di bioskop Indonesia dan IMA...
Aisyah dan Sara Ungkap Tantangan Syuting The Doll Ghawiah
Aisyah Aqilah dan Sara Wijayanto menceritakan tantangan adegan kesurupan, aksi, dan syuting malam saat pembu...
Serial Monster Pertimbangkan Empat Tokoh Kriminal untuk Musim Baru
Ian Brennan menyebut Dennis Rader, Ted Bundy, Gary Ridgway, dan Luigi Mangione sebagai kandidat musim beriku...
Portura Rilis Single Debut "Ye Ye Ye"
Portura resmi merilis single debut "Ye Ye Ye" disertai video musik bertema Escape Room; proyek ini mempertem...