Waspada LGBT: Kenaikan HIV/AIDS di Banda Aceh Jadi Peringatan
Banda Aceh — Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar ST, mengingatkan pemuda setempat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perilaku LGBT. Peringatan itu disampaikan saat Reses II Masa Persidangan III DPRK Banda Aceh pada Kamis, 9 Juli 2026, di Aula Bapelkes Aceh. Farid menyatakan fenomena tersebut tidak hanya persoalan moral, tetapi juga ancaman kesehatan bagi generasi muda.
Kenaikan kasus HIV/AIDS di Banda Aceh
Dinas Kesehatan Kota mencatat hingga akhir Mei 2026 terdapat 909 kasus HIV/AIDS, yang terdiri dari 745 kasus HIV dan 164 kasus AIDS. Mayoritas kasus terjadi pada kelompok usia produktif dan beberapa terkait perilaku seksual berisiko termasuk praktik LGBT.
| Periode | Total Kasus | HIV | AIDS |
|---|---|---|---|
| Hingga akhir Mei 2026 | 909 | 745 | 164 |
Kasus yang ditangani Satpol PP/WH pada Februari 2026 juga menunjukkan keterkaitan dengan perilaku LGBT, dengan tiga orang terkonfirmasi positif HIV. Data itu menjadi alarm bagi upaya pencegahan di kota.
Seruan untuk pemuda dan upaya pencegahan
Farid mengajak anak muda untuk aktif dalam program pencegahan, termasuk edukasi sebaya dan kampanye hidup sehat. Ia menyoroti pentingnya skrining dini dan peran komunitas dalam menyebarkan informasi kesehatan yang benar.
Pemuda Banda Aceh harus waspada. Peningkatan kasus HIV/AIDS yang signifikan ini menjadi ancaman bagi ketahanan sosial dan moral bangsa. Budaya LGBT bertentangan dengan nilai Pancasila dan budaya bangsa kita. Jadi, generasi muda tidak boleh terjebak dalam perilaku berisiko
Farid, yang juga disebut sebagai Ketua DPD PKS Banda Aceh dalam pernyataannya, menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Ia meminta pemuda menjadi mitra strategis dalam menekan angka penularan melalui edukasi, kampanye, dan keterlibatan aktif dalam skrining.
Rujukan kebijakan nasional
Pernyataan Farid sejalan dengan rujukan kebijakan nasional, yaitu Perpres No. 111 Tahun 2025, yang menempatkan penyebaran budaya LGBTQ sebagai salah satu ancaman nonmiliter terhadap ketahanan negara. Aturan itu menegaskan pencegahan propaganda yang dinilai tidak sejalan dengan Pancasila.
Tanggapan pemuda
Seruan Farid mendapat sambutan dari peserta reses. Seorang pemuda dari Gampong Lambaro Skep, Firdausi, menyatakan kesiapan bergotong royong bersama pemerintah kota untuk menekan angka HIV/AIDS.
Kami sebagai pemuda merasa punya tanggung jawab besar. Kami siap membantu pemerintah dengan mengedukasi teman sebaya, ikut kampanye hidup sehat, dan menjauhi perilaku berisiko
Reses ini selain menjadi ruang aspirasi, juga dimanfaatkan untuk menguatkan komitmen pemuda menjaga nilai agama, kesehatan, dan martabat masyarakat. Momentum itu diharapkan mendorong langkah konkret pencegahan HIV/AIDS di Banda Aceh.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
RSUD Meuraxa Jalin Kerja Sama Rujukan Kesehatan dengan Dayah Thalibul Huda Bayu
RSUD Meuraxa melakukan kunjungan ke Dayah Thalibul Huda Bayu (27/8) untuk menjalin kerja sama rujukan keseha...
Donor Darah ASN dan PPPK Aceh Kumpulkan 90 Kantong
ASN dan PPPK paruh waktu Dinas Kesehatan Aceh mengumpulkan 90 kantong darah pada donor tahap III yang digela...
Semen Andalas FC Vs DPRK Aceh Besar Buka Carlos Cup 2026
Laga pembuka Carlos Cup 2026: Semen Andalas FC vs DPRK Aceh Besar FC digelar Jumat 28 Agustus 2026 di Lapang...
Direktur Perpustakaan Seoul Kaji Outdoor Library di Banda Aceh
Direktur Perpustakaan Seoul kunjungi RUMAN Aceh untuk survei Outdoor Library yang akan diluncurkan di Banda...
Wabup Aceh Besar Lantik 71 Fungsional, Sumpah 507 PNS
Wabup Aceh Besar melantik 71 pejabat fungsional, mengambil sumpah 507 PNS, dan menyerahkan 87 SK di Jantho,...
Bupati Hadiri Pelantikan Pengurus PIRA 2026-2029 di Banda Aceh
Bupati Aceh Besar hadiri pelantikan Pengurus PIRA 2026-2029 di Banda Aceh; Zakaria A. Gani ditetapkan Ketua...