Wamenkes Tinjau RSUD dr Pirngadi untuk Perkuat Skrining TB
MEDAN, Wakil Menteri Kesehatan dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P FISR meninjau kesiapan RSUD dr Pirngadi Medan, Selasa (21/7), untuk mendukung program nasional penanggulangan tuberkulosis (TB). Kunjungan bagian dari agenda Kementerian Kesehatan dan Wakil Menteri Dalam Negeri di Sumatera Utara untuk mempercepat Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).
Tujuan kunjungan
Kunjungan bertujuan memastikan rumah sakit siap mendukung strategi pemerintah yang tidak hanya mengobati, tetapi juga memperkuat deteksi dini. Pemerintah menjalankan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang melibatkan pemeriksaan seluruh kontak erat pasien dengan bantuan foto rontgen portable.
"Kita datang untuk meninjau sarana dan prasarana rumah sakit yang menangani kasus-kasus TB. Hari ini tugas khusus kami bersama Pak Wamendagri adalah bagaimana pemberantasan TB di Indonesia, karena kasus TB kita masih nomor dua di dunia," kata Benjamin.
Temuan dan dukungan fasilitas
Hasil peninjauan menunjukkan fasilitas di RSUD dr Pirngadi sudah memadai untuk penanganan pasien TB. Benjamin menyebut fasilitas telah cukup baik, namun tim juga mencatat kebutuhan yang masih harus diperkuat.
Pemerintah pusat terus menyalurkan bantuan alat kesehatan sesuai kebutuhan rumah sakit. Untuk RSUD dr Pirngadi, Kementerian Kesehatan telah memasang CT Scan dan Cath Lab sebagai dukungan layanan diagnostik dan kardiologi.
Rencana pengembangan RSUD
Direktur RSUD dr Pirngadi, dr. Mardohar Tambunan, menyatakan kunjungan menjadi momentum menyampaikan rencana pembangunan gedung baru yang diajukan ke pemerintah pusat. Proyek ini sedang diproses dengan skema pendanaan multiyears setelah mendapat dukungan Pemkot Medan.
"Kami sudah mengusulkan pembangunan rumah sakit dan saat ini prosesnya terus berjalan. Mudah-mudahan jika tidak ada kendala, tahun depan pembangunan sudah bisa dimulai," ujar Mardohar.
Pembangunan akan memanfaatkan kawasan gedung lama di sisi Jalan Thamrin hingga area perpustakaan. Gedung baru dirancang menampung berbagai layanan termasuk ruang perawatan khusus dan ruang VIP, sehingga pelayanan diharapkan lebih terpusat dan efisien.
X-ray portable dan AI untuk skrining TB
RSUD dr Pirngadi akan menerima satu unit X-ray portable dari Kementerian Kesehatan. Unit ini bagian dari distribusi puluhan perangkat portable ke berbagai daerah untuk memperluas cakupan skrining.
"Alat ini sangat praktis karena bisa dibawa ke lapangan untuk mendukung skrining TB," kata Mardohar.
Direktur rumah sakit menambahkan alat tersebut dilengkapi teknologi artificial intelligence (AI), sehingga hasil pemeriksaan dapat diperoleh cepat. Menurutnya, kecepatan ini membantu mengurangi ketergantungan pada pemeriksaan lanjutan seperti sputum atau tes molekuler.
Dampak dan harapan
Dengan penguatan fasilitas, pengadaan alat modern, dan integrasi skrining melalui Program CKG, rumah sakit berharap penemuan kasus TB bisa dilakukan lebih dini. Langkah ini diharapkan mempercepat pemutusan rantai penularan dan menurunkan angka kasus TB di tingkat daerah maupun nasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Jalan Nasional di Sergai Bergelombang Hampir 3 Km, Ancaman Keselamatan
Jalan nasional di Desa Firdaus, Sei Rampah, Sergai, hampir 3 km bergelombang dan membahayakan pengguna; warg...
HOTMA Gelar Aksi Damai Dukung Pemberantasan Korupsi di Kejati Sumut
HOTMA menggelar aksi damai di depan Kejati Sumut (21/7) untuk mendukung pemberantasan korupsi dan menghormat...
Bupati Buka Piala Bupati Sergai U-23 2026 di Nagur
Bupati Darma Wijaya membuka Piala Bupati Sergai U-23 2026 di Nagur; 15 tim bersaing selama 15 hari dengan to...
Kahiyang Ayu Disebut di Sidang Kasus Korupsi Medan Fashion Festival
Nama Kahiyang Ayu disebut dalam sidang kasus dugaan korupsi Medan Fashion Festival; terdakwa Benny Iskandar...
LBH Laporkan Dugaan Penyimpangan BBM ke Polda Sumut
LBH Betul Betul melapor ke Polda Sumut soal dugaan penyimpangan penyaluran BBM yang menyebabkan krisis di Su...
Ledakan di Grand Polonia Medan: Polisi dan PGN Berselisih soal Penyebab
Polisi dan PGN berselisih soal penyebab ledakan di Kompleks Grand Polonia Medan; polisi menduga pipa gas tan...