Ibu Vozinha Dapat Visa AS, Akan Bertemu di Miami Sebelum Uruguay
Ana Candida Evora, ibu kiper Tanjung Verde Josimar José Évora Dias alias Vozinha, mendapat kabar menggembirakan: ia akhirnya disetujui memasuki Amerika Serikat untuk menemui putranya di Piala Dunia 2026.
Pengumuman dan jadwal pertemuan
Pengumuman datang dari pemimpin Demokrat DPR AS, Hakeem Jeffries, pada Rabu, 18 Juni. Jeffries menyatakan bahwa seluruh proses administrasi dan biaya pengurusan visa telah diselesaikan, dan rencana perjalanan telah disiapkan.
Jeffries menyebutkan keduanya akan bertemu di Miami pada akhir pekan ini, menjelang pertandingan Tanjung Verde melawan Uruguay yang dijadwalkan di Miami pada Senin, 22 Juni.
Intervensi politik dan bantuan administrasi
Setelah mendengar kisah keterlambatan keberangkatan akibat kendala biaya, Jeffries turun tangan dengan menghubungi Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, guna meminta izin masuk bagi ibu Vozinha.
"Saya berterima kasih kepada Menteri Rubio dan pejabat Kementerian Luar Negeri,"
Jeffries juga mengapresiasi dukungan pemerintah Tanjung Verde dan FIFA atas koordinasi yang dilakukan.
Alasan keterlambatan: syarat jaminan visa
Keterlambatan penerbangan Ana Candida disebabkan ketentuan jaminan finansial yang diberlakukan terhadap warga Tanjung Verde. Negara tersebut termasuk di antara 50 negara yang warganya diwajibkan membayar jaminan hingga USD 15.000 untuk mendapatkan visa AS.
Aturan ini merupakan bagian dari kebijakan yang disebut-sebut diberlakukan pada masa pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap pelancong dari negara-negara dengan tingkat pelanggaran masa tinggal visa yang tinggi.
Vozinha dan momen di lapangan
Vozinha menjadi sorotan setelah tampil impresif pada laga pembuka Grup H, membantu Tanjung Verde menahan imbang Spanyol 0-0. Hasil itu mengejutkan banyak pihak karena Spanyol dipandang sebagai unggulan.
Di balik penampilan gemilangnya, penjaga gawang itu sempat merasa sedih karena sang ibu tidak bisa hadir langsung menyaksikan momen penting tersebut.
Situasi tim dan implikasi
Saat ini Tanjung Verde menempati posisi terbawah grup dengan 1 poin. Kehadiran Ana Candida diharapkan memberi dukungan moral bagi Vozinha dan tim menjelang laga melawan Uruguay.
Kisah ini menyoroti bagaimana urusan administratif dan diplomasi dapat memengaruhi pengalaman pemain dan keluarga mereka di ajang olahraga internasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Cosmo JNE Jakarta Bungkam Nanzaby FC Kepri 3-2 di PFL 2026
Cosmo JNE Jakarta menang 3-2 atas Nanzaby FC Kepri di GOR POPKI Cibubur, Sabtu 3 Oktober 2026, setelah gol c...
Djokovic Taklukkan Zverev, Catat 32 Kemenangan Beruntun di Beijing
Novak Djokovic menundukkan Alexander Zverev 4-6, 6-4, 6-4 di Beijing, mencatat rekor 32 kemenangan beruntun...
Asian Games 2026 Ditutup, Dubes RI Apresiasi Kontingen Indonesia
Dubes RI Nurmala Kartini mengapresiasi perjuangan kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang...
Meydiana Laviola Bawa Merah Putih dengan Kebaya Prada Bali
Meydiana Laviola tampil sebagai pembawa bendera dengan kebaya Prada Bali karya Ghea Panggabean pada penutupa...
Meydiana Reinnamah Jadi Flag Bearer dengan Prada Bali
Meydiana Reinnamah jadi pembawa bendera Indonesia di Closing Asian Games 2026, mengenakan kebaya Prada Bali...
Alcaraz Melaju ke Semifinal Japan Open Usai Shapovalov Mundur
Carlos Alcaraz melaju ke semifinal Japan Open 2026 setelah Denis Shapovalov mundur karena cedera saat skor 7...