Olahraga

VAR Kontroversial Batalkan Gol Mesir, Argentina Lolos 3-2

Bagikan:
Lionel Messi merayakan gol sementara keputusan VAR dan protes publik menjadi sorotan

Keputusan VAR menganulir gol Mesir memicu protes luas setelah Argentina menang 3-2 dan melaju ke perempat final Piala Dunia 2026, Rabu, 8 Juli 2026. Perselisihan muncul karena wasit menerima rekomendasi dari ruang VAR untuk membatalkan gol yang tercipta lebih dari 20 detik setelah insiden yang diperiksa.

Ringkasan kejadian

Sebelum comeback Argentina, Mesir memimpin 2-0 lewat gol Yasser Ibrahim dan Mustafa Ziko. Lionel Messi sempat gagal mengeksekusi penalti. Namun, gol Ziko dianulir setelah wasit melakukan tinjauan berdasarkan rekomendasi dari tim VAR.

Alasan pembatalan dan reaksi publik

Kendati insiden yang ditinjau terjadi jauh sebelum bola masuk ke gawang, wasit menilai ada pelanggaran pada awal proses serangan sehingga gol dianulir. Keputusan ini memicu gelombang protes di media sosial, terutama platform X, di mana banyak pengguna mempertanyakan konsistensi penerapan teknologi.

"Turnamen ini direkayasa, korupsi mencuri gol Mesir di hadapan semua orang,"

Beberapa komentar lain menuduh keputusan menguntungkan Argentina dan menyebutkan nama Lionel Messi sebagai alasan spekulatif di balik kontroversi. Laporan media internasional mencatat klaim-klaim itu muncul meski tidak disertai bukti.

Pengamat dan jurnalis mempertanyakan tujuan VAR

Beberapa jurnalis sepak bola ternama menilai penggunaan VAR dalam kejadian ini bertentangan dengan tujuan awal teknologi tersebut. Mereka berpendapat VAR seharusnya tidak meninjau pelanggaran yang terjadi jauh dari momen terciptanya gol.

"Pembatalan gol Mesir sesuai dengan peraturan teknologi, tetapi teknologi dalam sepak bola tidak diciptakan untuk mundur sejauh itu,"

Koresponden lain menambahkan bahwa keputusan tersebut bertentangan dengan standar penerapan VAR selama turnamen dan menilai pembatalan gol karena "tarikan ringan pada jersey" tidak sesuai praktik yang selama ini diterapkan.

"Gol Mesir yang dianulir benar-benar bertentangan dengan cara pertandingan di turnamen ini dijalankan. Anda tidak bisa membiarkan kontak fisik ringan tanpa pelanggaran, lalu membatalkan gol melalui VAR hanya karena tarikan ringan pada jersey,"

Kronologi akhir dan dampak pertandingan

Tidak lama setelah pembatalan gol, Lionel Messi mencetak gol penyeimbang. Enzo Fernández kemudian memastikan kemenangan Argentina dengan gol pada masa injury time, membawa juara bertahan itu melaju ke babak delapan besar.

Implikasi dan pandangan ke depan

Kontroversi ini membuka kembali perdebatan tentang batasan dan tujuan penggunaan VAR dalam sepak bola internasional. Kejadian ini kemungkinan akan mendorong diskusi lebih intens di kalangan pengatur permainan mengenai pedoman peninjauan yang lebih jelas untuk menghindari persepsi ketidakadilan di turnamen besar.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait