Hossam Hassan Murka Usai Mesir Kalah 2-3 dari Argentina
Pelatih Timnas Mesir, Hossam Hassan, memicu kontroversi usai laga 16 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta. Kejadian terjadi setelah Mesir kalah dramatis 2-3 dari Argentina, ketika beberapa pendukung Argentina diduga mengibarkan bendera Israel ke arah sang pelatih.
Insiden di tribun
Rekaman televisi menunjukkan sejumlah suporter Argentina melambaikan bendera Israel ke arah Hossam Hassan setelah peluit akhir. Aksi ini diduga sebagai respons terhadap pernyataan publik pelatih soal dukungan kepada warga Palestina.
Hossam langsung bereaksi di tepian lapangan. Ia menunjuk lambang Federasi Sepak Bola Mesir di dadanya, kemudian melontarkan kata-kata keras ke tribun sebelum meludah ke arah pendukung yang memprovokasi.
Kronologi pertandingan
Pada laga yang menentukan itu, Mesir sempat unggul dua gol melalui Yasser Ibrahim dan Mustafa Ziko. Namun Argentina membalas melalui Cristian Romero, Lionel Messi, dan Enzo Fernández sehingga mengubah skor menjadi 3-2 untuk kemenangan Argentina.
Hasil ini membuat Pharaohs tersingkir di babak 16 besar, sementara Argentina melaju ke perempat final. Pertandingan juga diwarnai beberapa keputusan wasit yang memicu perdebatan di kalangan penggemar sepak bola.
Pernyataan Hossam Hassan jelang laga
Sehari sebelum pertandingan, Hossam Hassan menyampaikan pandangannya mengenai konflik di Palestina dalam konferensi pers jelang laga. Ia menekankan bahwa penderitaan warga Palestina seharusnya menjadi perhatian dunia.
"Jika ada orang di dunia ini yang tidak merasakan penderitaan rakyat Palestina, maka ia bukanlah manusia. Seharusnya setiap orang, baik orang Eropa, Amerika, Arab, atau dari mana pun di dunia, merasakan apa yang terjadi pada rakyat Palestina,"
"Merupakan aib bagi seluruh dunia membiarkan manusia hidup dalam kondisi seperti ini. Ribuan korban tewas akibat satu serangan bom di Gaza,"
"Kami menuntut hak hidup dan keadilan bagi rakyat Palestina. Sama seperti FIFA menggaungkan slogan-slogan yang menyerukan keadilan, kita juga harus menuntut hak mereka untuk hidup,"
Dampak dan konteks
Insiden ini menambah daftar kontroversi di Piala Dunia 2026, yang sudah mendapat sorotan karena beberapa keputusan wasit dan atmosfer tribun. Kekalahan Mesir mengakhiri perjalanan tim di turnamen, sementara pertanyaan soal keamanan penonton dan perilaku suporter kembali mengemuka.
Peristiwa provokatif di Atlanta juga memicu perdebatan mengenai batasan ekspresi politik di arena olahraga internasional dan tanggapan pihak berwenang dalam menyikapi insiden semacam ini.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Kokoh di Asia Tenggara
Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026 usai kalahkan Thailand 4-2, memperkuat dominasi sepak bola negara di Asi...
De la Fuente Puji Lamine Yamal usai Spanyol Tekuk Ceko 3-1
Luis de la Fuente memuji Lamine Yamal setelah Spanyol menaklukkan Republik Ceko 3-1 di Oviedo; Yamal cetak g...
Lamine Yamal Cetak 11 Gol, Perpanjang Rekor di Usia 19
Lamine Yamal menambah koleksi jadi 11 gol untuk Spanyol, mencetak gol di tiga laga awal Nations League dan m...
Dramatis: Pangsuma FC Bangkit dan Taklukkan Proton FC 4-3
Pangsuma FC Kalbar menang dramatis 4-3 atas Proton FC Kuningan di pekan ke-13 Pro Futsal League, 3 Oktober 2...
Blacksteel FC Papua Tekuk Unggul FC 2-0 di PFL 3 Oktober
Blacksteel FC Papua menang 2-0 atas Unggul FC Malang di GOR POPKI Cibubur, 3 Oktober 2026 berkat gol Ardians...
Bintang Timur Surabaya Tekuk Mimika FC 3-1 di PFL 3 Okt 2026
Bintang Timur Surabaya menang 3-1 atas Mimika FC di GOR POPKI Cibubur, Sabtu 3 Oktober 2026, pada lanjutan P...