Under the Volcano Wakili Indonesia di Festival Teater Venesia 2026
Under the Volcano akan mewakili Indonesia pada Festival Teater Internasional Venesia 2026. Pertunjukan karya Bumi Purnati Indonesia yang disutradarai Yusril Katil itu akan dipentaskan pada 16-17 Juni 2026 di Teatro alle Tese, Arsenale. Karya ini mengangkat kisah bencana yang terinspirasi dari letusan Krakatau 1883 dan perjalanan masyarakat bangkit setelah tragedi.
Jadwal dan lokasi
Pementasan dijadwalkan selama dua malam berturut-turut di panggung Teatro alle Tese, kawasan Arsenale. Dengan tampil di festival internasional, pertunjukan ini menjadi representasi seni pertunjukan Indonesia di panggung global.
Latar cerita dan inspirasi
Cerita bermula dari kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis, lalu berubah cepat ketika gempa, letusan gunung, dan tsunami menyerang permukiman mereka. Setelah bencana berlalu, warga menghadapi trauma dan kemiskinan berkepanjangan, namun kemudian berupaya membangun kembali kehidupan.
Kisah panggung ini mengambil inspirasi dari Syair Lampung Karam karya Muhammad Saleh, yang merekam peristiwa letusan Gunung Krakatau dan dampaknya terhadap wilayah Lampung. Tema bencana, kehilangan, serta kebangkitan jadi benang merah narasi.
Kolaborasi artistik
Pementasan menggabungkan gerak tari kontemporer dengan unsur silat Minangkabau, menciptakan bahasa gerak yang khas dan berakar pada tradisi. Penataan artistik ditangani oleh Restu Imansari Kusumaningrum, sementara dramaturgi dipegang Rhoda Grauer.
- Produksi: Bumi Purnati Indonesia
- Sutradara: Yusril Katil
- Penata artistik: Restu Imansari Kusumaningrum
- Dramaturgi: Rhoda Grauer
Makna dan pesan
Melalui narasi bencana dan kebangkitan, Under the Volcano menyuguhkan refleksi kemanusiaan yang bersifat universal. Pertunjukan menekankan pentingnya solidaritas, bantuan, dan ketahanan sosial dalam proses pemulihan pascabencana.
Dengan representasi di Venesia, produksi ini berpeluang memperkenalkan seni teater Indonesia kepada audiens internasional dan membuka ruang kolaborasi budaya baru.
Secara garis besar, Under the Volcano menjanjikan perpaduan tradisi dan kontemporer untuk menyuarakan harapan di balik tragedi alam, sekaligus menunjukkan kapasitas kreatif pelaku seni Indonesia di panggung dunia.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Bernadya Gelar Showcase 'Semoga Hanya di Mimpi' di Senayan
Bernadya menggelar showcase album 'Semoga Hanya di Mimpi' di Tennis Indoor Senayan, 26 Juli 2026; manajemen...
Mengenal Session Player, Musisi Studio di Balik Lagu Hits
Session player adalah musisi studio profesional yang direkrut untuk proyek rekaman atau pertunjukan, mengisi...
Showcase Album Bernadya Bawa Penonton ke Dunia Mimpi
Bernadya sukses menggelar showcase album pada 26 Juli 2026, menampilkan lagu baru, duet Rendy Pandugo, dan k...
3 Band Metal Legendaris yang Tetap Digemari Lintas Generasi
Metallica, Avenged Sevenfold, dan Bring Me The Horizon tetap digemari lintas generasi berkat karya relevan,...
Senin Harga Naik Tayang di Netflix, Drama Keluarga dan Ambisi
Film 'Senin Harga Naik' kini streaming di Netflix; drama keluarga soal ambisi, pembuktian diri, dan pengorba...
Film Anak-Anak Bambu Angkat Makna Keluarga dan Harapan
Film Anak-Anak Bambu tayang 23 Juli 2026, mengisahkan Netta dan anak panti yang mempertahankan Rumah Bambu s...