Tuchel Minta FIFA Pindahkan Fotografer Saat Lagu Kebangsaan
Jakarta — Pelatih Timnas Inggris Thomas Tuchel meminta FIFA meninjau penempatan fotografer saat prosesi lagu kebangsaan sebelum pertandingan Piala Dunia 2026. Permintaan itu disampaikan setelah Inggris menang 4-2 atas Kroasia di Dallas, Jumat 19 Juni 2026, karena pandangannya terhalang fotografer yang berada di depan bangku cadangan.
Alasan protes Tuchel
Tuchel mengatakan momen lagu kebangsaan merupakan bagian penting dari atmosfer turnamen. Namun pada laga Grup L itu, ia mengaku tidak bisa melihat para pemainnya saat lagu dikumandangkan.
"Saya menunggu momen itu, tetapi saya tidak bisa melihat tim saya."
Ia berharap penyelenggara menata ulang posisi fotografer agar pelatih dan staf dapat menyaksikan prosesi tersebut secara langsung. Menurut Tuchel, hal ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari persiapan mental menjelang pertandingan.
Reaksi penyelenggara
Beberapa laporan menyebut bahwa FIFA telah menerima masukan dari Tuchel dan tengah mempertimbangkannya. Belum ada keputusan resmi soal perubahan tata letak fotografer pada laga-laga berikutnya.
Sementara itu, pihak tim Inggris tidak mengajukan protes resmi yang mengganggu hasil pertandingan. Insiden ini lebih dipandang sebagai permintaan perbaikan prosedur agar suasana pertandingan tetap menghormati semua pihak.
Dampak terhadap pertandingan dan jadwal
Meski terganggu saat lagu kebangsaan, Tuchel tetap memuji penampilan timnya yang meraih kemenangan 4-2 atas Kroasia pada laga pembuka. Kemenangan itu memberi modal penting bagi Inggris di fase grup.
Inggris kini dijadwalkan menghadapi Ghana pada pertandingan kedua fase grup. Perubahan tata letak fotografer, jika disetujui, berpotensi diterapkan di pertandingan berikutnya untuk menghindari kejadian serupa.
Konteks dan langkah ke depan
Insiden ini menyorot keseimbangan antara kebutuhan media untuk mengambil gambar dan hak tim untuk menghormati momen resmi. Jika FIFA memutuskan menata ulang posisi fotografer, penyelenggara kemungkinan harus merancang solusi teknis yang menjaga kualitas liputan sekaligus menghormati ritual pra-pertandingan.
Perubahan semacam itu juga dapat menjadi preseden untuk pertandingan internasional lain, terutama di turnamen besar di mana protokol dan citra tim menjadi sangat penting.
Berita Terkait
Arema Permanenkan Hansamu Yama, Siap Pimpin Lini Belakang
Arema FC resmi mempermanenkan Hansamu Yama dan memulangkan Hamzah Titofani untuk memperkuat lini belakang je...
Persebaya Rekrut Ramadhan Sananta untuk Musim 2026/27
Persebaya resmi merekrut penyerang Timnas Ramadhan Sananta untuk musim 2026/27, diharapkan meningkatkan daya...
Proton FC Bantai Hampton 6-1 di Championship Round PFL2
Proton FC menang 6-1 atas Hampton FC di pembuka Championship Round PFL2, 18 Juni 2026, di GOR Bung Karno Suk...
Pesta Gol Babak I: Kanada Bungkam Qatar 3-0 di Grup B
Kanada memimpin 3-0 atas Qatar di babak pertama Grup B Piala Dunia 2026, berkat gol Larin dan dua gol Jonath...
Peraih Golden Ball Piala Dunia: Daftar dan Peran Mereka
Ringkasan daftar pemain peraih Golden Ball Piala Dunia dan peran mereka dalam membawa tim ke posisi akhir tu...
Piala Dunia 2026: Ronaldo 10 Laga Beruntun Tanpa Gol
Cristiano Ronaldo melewati 10 laga beruntun tanpa gol di Piala Dunia dan Euro, berlanjut setelah imbang 1-1...