Timnas Basket 3x3 Putri Uji Hasil Evaluasi di Batam Stop 2026
Timnas basket 3x3 putri Indonesia menggunakan FIBA 3x3 Women’s Series Batam Stop 2026 pada 23-24 Juli di Alun-Alun Engku Putri, Batam, untuk mengukur hasil evaluasi setelah tampil di Xiantao, Tiongkok. Turnamen ini menjadi ajang uji perbaikan fisik, taktik, dan teknik menjelang Asian Games 2026.
Turnamen dan tujuan tim
Batam Stop merupakan bagian dari rangkaian persiapan timnas menuju ajang multievent internasional. Panitia menyelenggarakan pertandingan internasional di pusat kota Batam selama dua hari. Tim pelatih memanfaatkan kesempatan itu untuk melihat penerapan latihan dan koreksi dari seri sebelumnya.
Hasil evaluasi setelah Xiantao
Asisten pelatih Andrie Ekayana, yang akrab disapa Yayan, menyatakan para pemain memperoleh pelajaran penting dari pengalaman di Xiantao. Menurutnya, ada beberapa aspek utama yang masih harus dibenahi.
"Ternyata tim masih jauh dari standar Women's Series, baik fisik, skill, maupun taktik,"
Yayan menegaskan evaluasi itu kemudian diterapkan dalam latihan intensif untuk mempercepat peningkatan performa. Turnamen Batam Stop akan menunjukkan sejauh mana perbaikan itu berhasil.
"Kami ingin melihat progres para pemain di Batam Stop 2026. Sejauh mana mereka bisa memperbaiki kesalahan dan kekurangan setelah evaluasi dari seri Xiantao."
Agenda internasional sebelum Asian Games
Timnas masih memiliki agenda internasional setelah Batam Stop. Jadwal menyebutkan tim akan ikut seri Tokyo sebagai pematangan performa sebelum berangkat ke Jepang untuk Asian Games 2026.
"Sebelum ke Asian Games 2026, masih ada kejuaraan di Tokyo. Kami berharap mendapatkan satu seri lagi sebelum berangkat ke Asian Games."
Komposisi pemain dan staf
Komposisi tim di Batam Stop tetap memperkuat empat pemain yang tampil di Xiantao. Mereka menjadi pondasi tim sekaligus sasaran utama evaluasi hasil latihan.
- Diva Intan
- Thasya Hery Saputera
- Lidwina Ruth Riratri
- Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma Dewi
Struktur kepelatihan dipimpin oleh Deny Sartika sebagai pelatih kepala. Tim manajemen dan pendukung juga tercatat jelas.
- Manajer tim: Hendry Linanda
- Asisten pelatih: Andrie Ekayana
- Strength and conditioning coach: Ruchi Pharamanandya Okta
Prospek dan implikasi
Batam Stop menjadi tolok ukur kemampuan tim dalam implementasi evaluasi teknis dan fisik. Hasil di Batam akan memengaruhi persiapan akhir menuju Tokyo dan Asian Games 2026.
Jika perbaikan terlihat signifikan, tim akan mendapatkan konfirmasi strategi untuk diterapkan hingga ke Jepang. Sebaliknya, kekurangan yang masih muncul akan menjadi fokus pembenahan menjelang pertandingan besar berikutnya.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
CdM Todotua Percepat Naturalisasi Empat Pemain Timnas Hoki
CdM Todotua percepat naturalisasi empat pemain hoki dan siapkan dukungan untuk 48 anggota tim menjelang Asia...
Lindswell Minta CdM Jaga Mental Atlet Jelang Asian Games
Lindswell meminta CdM Todotua menjaga kesiapan mental atlet jelang Asian Games 2026 agar dukungan di luar ar...
Todotua Pastikan Atlet Panahan Indonesia Fokus Jelang Asian Games
CdM Todotua menjamin atlet panahan Indonesia bebas gangguan nonteknis agar fokus berlatih menjelang Asian Ga...
FHI Bidik 6 Besar dan Naturalisasi 4 Pemain untuk Asian Games 2026
FHI menargetkan 6 besar Asian Games 2026 dan merencanakan naturalisasi empat pemain Eropa, didukung CdM Todo...
MIND ID dan PB PASI Perkuat Pembinaan Atletik Indonesia
MIND ID dan PB PASI memperkuat pembinaan atletik, menjangkau 4.000 atlet dan menghasilkan pelari yang sukses...
Siaran Inklusif RRI untuk Tunanetra di Piala Dunia 2026
RRI menutup siaran Piala Dunia 2026 setelah lebih sebulan, menyajikan siaran inklusif bagi tunanetra lewat k...