Timnas 3x3 Putri Matangkan Persiapan di Women's Series Tokyo
Timnas 3x3 Putri Indonesia akan tampil pada FIBA 3x3 Women's Series Tokyo Stop 1-2 Agustus 2026 untuk mematangkan persiapan menjelang persaingan Asian Games 2026 yang memakai regulasi U23.
Inti partisipasi dan jadwal
Turnamen di Tokyo menjadi bagian penting dari program pembinaan tim nasional putri U23. Mereka memulai kiprah dari babak kualifikasi pada 1 Agustus dan melanjutkan bila lolos ke fase selanjutnya pada 2 Agustus.
Indonesia berada di Grup A dan akan berjumpa tim-tim regional pada minggu pertama. Jika berhasil melewati fase grup, tim berpotensi tergabung di Pool C yang berisi lawan-lawan kuat.
- Grup A: Lion City, Takasaki, Indonesia
- Potensi Pool C (fase berikutnya): Belanda, Beijing
Fokus latihan dan strategi
Asisten pelatih Andrie Ekayana menyatakan pelatih memberi penekanan pada penyelesaian akhir dan pengurangan kesalahan sendiri. Program latihan menyasar penguatan alur permainan menyerang dan bertahan.
"Kami terus meminimalisir kesalahan sendiri dan meningkatkan penyelesaian akhir. Fokus itu menjadi bagian penting persiapan tim."
Tim pelatih juga bekerja pada adaptasi taktik tim terhadap format 3x3 yang lebih cepat. Selain teknik, aspek mental dan komunikasi di lapangan menjadi bagian dari agenda sesi latihan.
Respons pasca-kekalahan dan tujuan jangka pendek
Timnas melakukan evaluasi usai dua kekalahan pada penyisihan di Batam. Menurut pelatih, motivasi pemain dibangkitkan kembali melalui koreksi teknis dan latihan situasional.
Partisipasi di Tokyo dimaksudkan memberi pengalaman internasional berulang. Hal ini diharapkan meningkatkan kesiapan tim menghadapi kompetisi resmi yang memberlakukan batasan usia U23.
Dampak regulasi U23 terhadap persaingan
Regulasi U23 diprediksi memunculkan kejutan di kancah 3x3 Asian Games 2026. Karena itu, pematangan pemain muda melalui rangkaian Challenger dan Women's Series menjadi prioritas federasi.
Dengan rangkaian turnamen internasional, Timnas diharapkan mampu menyesuaikan ritme permainan dan meningkatkan daya saing di level regional.
Pengalaman di Tokyo nanti akan menjadi tolok ukur perkembangan pemain muda Indonesia serta kesiapan taktis menjelang agenda kompetisi yang lebih besar.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Pegula Melaju, Tantang Kalinskaya di Perempat Final DC Open
Jessica Pegula bangkit kalahkan Magdalena Frech 3-6, 6-3, 6-0 dan akan menghadapi Anna Kalinskaya di perempa...
Darije Kalezic Kembali Jadi Pelatih PSM untuk Musim 2026/27
Darije Kalezic ditunjuk sebagai pelatih kepala PSM Makassar untuk musim 2026/27, membawa kenangan juara Pial...
Jordi Amat Tekankan Sportivitas Jelang Indonesia vs Timor Leste
Jordi Amat menekankan profesionalisme dan sportivitas jelang laga Indonesia vs Timor Leste di Stadion Chonbu...
Basket Putri Underdog Siap Buktikan Diri di Asian Games
Timnas Basket Putri mendapat motivasi setelah kunjungan CdM di Surabaya; target delapan besar dan fokus perb...
Drama Tiga Set: Janice Tjen Terhenti di 16 Besar DC Open 2026
Janice Tjen kalah 6-1, 3-6, 6-7 (9-7) dari Anna Kalinskaya di 16 besar Mubadala DC Open 2026; langkah tungga...
Enam Pemain Asing Persija Tebar Optimisme di Piala Presiden
Enam pemain asing Persija tampil menjanjikan di Piala Presiden 2026; Shin Tae-yong nilai kontribusi mereka p...