SAR Temukan Korban di Bodi KM Virgo Transport 8 di Masalembo
Tim SAR gabungan menemukan satu korban meninggal di dalam bodi kapal KM Virgo Transport 8 pada Minggu, 20 September 2026, di perairan Masalembo, Laut Jawa. Penemuan terjadi saat tim penyelam Basarnas Special Group (BSG) melakukan penyisiran di bagian kapal yang tenggelam. Evakuasi korban dilanjutkan melalui laut dan udara menuju rumah sakit untuk identifikasi lebih lanjut.
Penemuan dan proses evakuasi
Korban ditemukan pada pukul 14.14 WITA oleh tim penyelam BSG. Setelah dievakuasi ke permukaan menggunakan sekoci, korban dibawa ke KN SAR Kamajaya pada pukul 15.15 WITA untuk perawatan awal dan pemindahan.
"Korban ditemukan pada pukul 14.14 WITA," kata Kepala Basarnas Mohammad Syafii.
Pemindahan selanjutnya dilakukan lewat udara. Pada pukul 16.22 WITA, Helikopter HR 3601 Basarnas mengangkut korban dari KN SAR Kamajaya menuju Lanud Syamsudin Noor, Banjarbaru. Setibanya di Banjarbaru, korban dibawa ke RS Bhayangkara Banjarmasin untuk proses identifikasi dan penanganan medis.
Upaya SAR yang masih dilanjutkan
Operasi pencarian dan pertolongan terus dioptimalkan dengan mengerahkan berbagai unsur. Fokus tim saat ini adalah keselamatan personel sekaligus memperluas area penyisiran untuk menemukan korban lain yang masih hilang.
- Tim penyelam Basarnas Special Group (BSG)
- Sarana laut termasuk kapal KN SAR Kamajaya
- Dukungan udara berupa helikopter Basarnas HR 3601
"Seluruh unsur SAR terus berupaya maksimal dalam pencarian dan evakuasi korban," ujar Syafii.
Data korban dan kronologi singkat
Sampai hari kedelapan operasi, Minggu pukul 16.00 WITA, jumlah korban yang ditemukan mencapai 118 orang dari 243 orang yang tercatat dalam manifest. Rinciannya, 108 selamat dan 10 meninggal dunia. Masih ada 125 orang yang belum ditemukan dan terus dicari.
KM Virgo Transport 8 berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin pada 12 September 2026 dengan 243 orang di manifest. Kapal dilaporkan mengalami cuaca buruk dan hilang kontak pada 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 WITA. Pada hari yang sama, kapal tersangka ditemukan terbalik di perairan Masalembo.
Proyeksi dan langkah selanjutnya
Basarnas dan unsur SAR gabungan telah memperpanjang operasi pencarian hingga tujuh hari ke depan untuk meningkatkan peluang menemukan korban yang belum ditemukan. Prioritas tim adalah menemukan korban yang hilang serta memastikan keselamatan personel di lapangan.
Proses identifikasi korban yang sudah dievakuasi akan dilanjutkan oleh pihak rumah sakit dan instansi terkait. Masyarakat diimbau menunggu informasi resmi terkait perkembangan operasi SAR dan data korban.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Selain Asap, Dampak Karhutla pada Ekonomi dan Lingkungan
Karhutla tak hanya menghasilkan asap; kerusakan ekosistem, kehilangan mata pencaharian, dan emisi karbon men...
TNI Run 2026 Catat 4 Rekor MURI, Libatkan 81 Ribu Peserta
TNI Run 2026 memecahkan empat rekor MURI dan melibatkan 81 ribu peserta serentak di seluruh Indonesia sebaga...
Enam Personel BSG Turun Selam Cari Korban KM Virgo Transport 8
Enam personel BSG dikerahkan selam ke KM Virgo Transport 8 pada 20 September 2026 untuk mencari korban yang...
BMKG: Hujan Jakarta Dipengaruhi Operasi Modifikasi Cuaca
BMKG menyatakan hujan 18-20 Sept 2026 di Jakarta dan Jawa Barat dipengaruhi operasi modifikasi cuaca yang be...
BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang 20–21 Sept 2026
BMKG mengingatkan potensi hujan sedang hingga lebat dan angin kencang di sejumlah wilayah pada 20-21 Septemb...
PuSGeN: 14 Segmen Megathrust Teridentifikasi di Peta 2024
PuSGeN 2024 mencatat 14 segmen megathrust, 11 di Indonesia dan tiga di Filipina, dengan estimasi Mmax hingga...