Kemensos Libatkan 1.000 Taruna Akmil untuk Pembinaan Karakter
Kementerian Sosial (Kemensos) berkolaborasi dengan TNI menyiapkan program pembinaan karakter bagi siswa Sekolah Rakyat dengan melibatkan sekitar 1.000 Taruna Akademi Militer (Akmil). Program akan dimulai awal Agustus 2026 dan dilaksanakan selama satu minggu.
Skema pelibatan Taruna
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menjelaskan setiap sekolah akan didampingi tim Taruna, dengan rasio lima Taruna untuk satu sekolah. Tim ini bertugas memberi pembinaan praktis mengenai disiplin dan kerapian sehari-hari.
Menurut Agus, inisiatif ini bertujuan membantu transisi siswa dari "habitat lama" ke lingkungan baru di Sekolah Rakyat agar mereka lebih tertib dan rapi—nilai yang mendapat perhatian dari Presiden.
"Sejak awal Pak Menteri itu justru untuk mendisiplinkan dari habitat lama ke habitat baru di Sekolah Rakyat itu memang butuh pembinaan. Dan sejak awal kita sudah minta sebetulnya ke TNI/Polri untuk ikut terlibat dalam proses pembinaan itu,"
Materi yang diajarkan
Kemensos merinci beberapa materi praktis yang akan diajarkan langsung oleh Taruna. Pembelajaran difokuskan pada ketrampilan hidup sehari-hari yang mendukung keteraturan dan kebersihan asrama serta pakaian.
- Cara menyetrika baju seragam
- Merapikan sprei dan tempat tidur
- Kerapian lemari pakaian
- Cara menyemir sepatu
Kepatuhan terhadap regulasi
Agus menegaskan pelibatan unsur militer dalam program ini telah dipastikan tidak melanggar ketentuan. Menurutnya, kegiatan sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025, sehingga pelaksanaannya aman secara hukum.
"Jadi kalau kemudian kedepan nanti kita melaksanakan ini ya enggak ada masalah. Itu sesuai Inpres Nomor 8 Tahun 2025,"
Jadwal dan persiapan
Hingga kini Kemensos bersama Mabes TNI masih menyempurnakan skema pelaksanaan, alokasi Taruna per daerah, dan materi teknis. Rencananya, kegiatan akan berjalan pada awal Agustus 2026 dengan durasi satu minggu per lokasi.
Pelaksanaan tahap awal akan menjadi uji coba untuk menilai efektivitas metode dan materi. Jika berhasil, model ini bisa diperluas ke lebih banyak Sekolah Rakyat pada periode berikutnya.
Implikasi: Program ini menempatkan keterampilan hidup sederhana sebagai fokus pembentukan karakter. Selain mendorong disiplin, metode praktis diharapkan memberi dampak jangka panjang pada kebiasaan siswa di asrama dan lingkungan sekolah.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
KemenImipas Jatuhkan Sanksi ke 17 Pegawai Lapas Cibinong
KemenImipas menjatuhkan sanksi pada 17 pegawai Lapas Cibinong setelah investigasi terkait penyalahgunaan wew...
Ombudsman Soroti Praktik Transaksional di Lapas Cibinong
Ombudsman RI menemukan dugaan praktik transaksional antarwarga binaan di Lapas Kelas IIA Cibinong yang berpo...
Puan: Modernisasi TNI Harus Diikuti Kesiapan Prajurit
Puan Maharani minta modernisasi TNI diiringi kesiapan prajurit, pemeliharaan alutsista, dan perhatian pada k...
Prabowo Lantik 6 Pangdam dan Resmikan 6 Kodam Baru di HUT ke-81 TNI
Presiden Prabowo melantik enam Pangdam dan meresmikan enam Kodam baru pada HUT ke-81 TNI, menambah jumlah Ko...
Mengapa 5 Oktober Dipilih sebagai Hari Guru Sedunia?
5 Oktober ditetapkan sejak pengesahan Recommendation concerning the Status of Teachers (1966) sebagai dasar...
BGN Minta Pemda Sidak Dapur MBG, Inspeksi Bisa Jam 2-3 Pagi
Kepala BGN Sudaryono minta pemda lakukan sidak dapur MBG, termasuk pada jam 2-3 pagi, untuk pastikan kebersi...