Tari Remo Gagrak Anyar Buka Konsolidasi PDI Perjuangan Jatim
SURABAYA — Tari Remo Gagrak Anyar membuka Konsolidasi Internal DPD PDI Perjuangan Jawa Timur bersama Prof. Dr. (H.C.) Hj. Megawati Soekarnoputri di Hotel Vasa Surabaya, Minggu (23/8/2026). Pertunjukan itu tidak hanya menyambut tamu, tetapi juga menyampaikan pesan sejarah tentang perjuangan arek-arek Surabaya melawan penjajahan.
Pembukaan dengan tarian tradisional
Pertunjukan dibawakan oleh Sanggar Putra Bima Respati Surabaya. Menurut pimpinan sanggar, Saryono, Tari Remo Gagrak Anyar dipilih karena punya peran tradisional sebagai tarian penyambutan sekaligus medium bercerita.
"Ini tadi nama tariannya Tarian Remo Gagrak Anyar yang menceritakan tentang perjuangan arek-arek Surabaya dalam mengusir para penjajah,"
- Saryono
Makna dan pengembangan cerita
Saryono menjelaskan koreografi awal mengikuti pola Remo sebagai tarian penyambutan. Namun, untuk acara ini, mereka menambahkan alur dramatik yang menggambarkan kehidupan kampung yang tenteram hingga gangguan dari kelompok perusuh.
"Karena Tari Remo itu selalu dipakai untuk tari ucapan selamat datang kepada para tamu undangan,"
- Saryono
Alur berlanjut dengan adegan masyarakat yang "gemah ripah, loh jinawi, tentrem" sebelum munculnya konflik. Pertunjukan kemudian menampilkan sosok tokoh yang hadir untuk menghadapi dan memberantas para perusuh.
"Pertama dari Remo, terus saya kolaborasi dengan situasi masyarakat yang gemah ripah, loh jinawi, tentrem, kemudian tahu-tahu masuklah para perusuh untuk menghancurkan suasana tersebut,"
- Saryono
"Setelah masuk perusuh, hadirlah satu orang tokoh untuk memberantas perusuh itu,"
- Saryono
Konteks acara dan pesan budaya
Pertunjukan tari menjadi bagian pembukaan resmi konsolidasi internal partai di provinsi. Penggunaan seni tradisional ini memberi nuansa lokal pada agenda yang dihadiri jajaran kader dan tokoh partai.
Selain menyambut, penggabungan unsur sejarah dan drama dalam Tari Remo Gagrak Anyar menegaskan fungsi kebudayaan sebagai sarana penyampaian pesan kolektif tentang identitas dan perjuangan masyarakat Surabaya.
Integrasi seni tradisi dalam forum politik seperti ini menunjukkan bahwa pendekatan budaya masih dipakai untuk menyampaikan nilai-nilai historis dan semangat kebersamaan di tingkat daerah.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
PDI Perjuangan Jatim Perketat Pengawalan Program Kerakyatan dan Gaet Anak Muda
MH Said Abdullah minta PDI Perjuangan Jatim kawal program kerakyatan hingga penyaluran, serta buka ruang bag...
PDI Perjuangan Bojonegoro Lantik 1.108 Pengurus Ranting
DPC PDI Perjuangan Bojonegoro melantik 1.108 pengurus Ranting dan Anak Ranting pada 22 Agustus 2026, memperk...
Amin Thohari Soroti Penurunan APBD 2027 dan Dorong Kemandirian Pangan
Amin Thohari gelar reses di Desa Babad; sorotan pada penurunan APBD 2027, kemandirian pangan, dan perbaikan...
Ansari Dorong Penguatan Ruang Aman Perempuan di Pamekasan
Ansari mendorong penguatan ruang aman bagi perempuan di Pamekasan lewat dialog, edukasi, dan kolaborasi lint...
DPRD Dukung Perubahan Jadi Kabupaten Sumenep Kepulauan
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep dukung perubahan nama jadi Kabupaten Sumenep Kepulauan untuk perkua...
BKN Trenggalek Mayoritas Generasi Z, FJTT 2026 Siap Digelar
BKN Trenggalek dikukuhkan 22 Agustus 2026 dengan pengurus mayoritas generasi Z; Trenggalek siapkan FJTT 2026...