Tari Kolosal "Wonderful of East Java" Meriahkan Closing Final Soekarno Cup
Surabaya — Pertunjukan tari kolosal "Wonderful of East Java" memeriahkan closing ceremony Final Soekarno Cup 2026 antara Banteng Jawa Barat dan Banteng Bali, Senin (24/8/2026) di Gelora Bung Tomo. Pertunjukan berdurasi sekitar 10 menit itu menyajikan beragam kesenian tradisional Jawa Timur untuk memperkenalkan budaya daerah kepada penonton pertandingan.
Pertunjukan dan konsep
Konsep acara mengangkat kekayaan seni dan etnis budaya dari berbagai daerah di Jawa Timur. Penonton disuguhkan rangkaian tarian tradisional yang dikemas dalam format kolosal untuk memberi efek visual dan ritme yang kuat.
Beberapa tarian yang ditampilkan antara lain:
- Reog
- Gandrung Banyuwangi
- Topeng Malang
Kolaborasi sanggar dan institusi
Pertunjukan dikreasikan oleh Sanggar Dimar Dance Theater dan melibatkan kolaborasi beberapa sanggar serta lembaga pendidikan seni. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat kualitas tarian sekaligus memberi ruang tampil bagi penari muda.
"Kita mengusung tampilan Wonderful of East Java yang menunjukkan konsep keindahan seni dan budaya Jawa Timur. Di sini kita menampilkan dan memresentasikan etnis-etnis budaya yang ada di Jawa Timur,"
Penari yang tampil berasal dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), SMKI, SMK Negeri 12, Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW), serta Dimar Dance Theater sendiri.
Durasi dan jumlah penari
Pertunjukan ditata singkat namun padat. Total ada 10 tarian Jawa Timur yang dirangkai menjadi satu sajian berdurasi sekitar 10 menit.
"Untuk penampilan ini total ada 10 tarian Jawa Timur, melibatkan 260 talent penari, yang dikemas dalam sebuah seni pertunjukan dengan berdurasi 10 menit,"
Jumlah peserta mencapai sekitar 260 talent, sehingga efek visual di lapangan menjadi salah satu daya tarik utama bagi penonton stadion.
Makna dan dampak
Sajian tari kolosal ini menjadi bagian dari rangkaian acara Final Soekarno Cup 2026. Selain berfungsi sebagai hiburan, pertunjukan juga menjadi sarana promosi budaya lokal kepada publik yang datang untuk menyaksikan laga antardaerah.
Dengan melibatkan institusi pendidikan dan sanggar, acara ini diharapkan membuka peluang kolaborasi seni yang lebih luas dan meningkatkan apresiasi terhadap tradisi Jawa Timur di kalangan penonton muda.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Papua Raya Rebut Peringkat Tiga, Banteng Jatim Kalah 1-3
Papua Raya menang 3-1 atas Banteng Jatim di perebutan tempat ketiga Soekarno Cup 2026 di GBT, Senin 24 Agust...
Banteng Papua Raya Rebut Tempat Ketiga Soekarno Cup 2026
Banteng Papua Raya finis ketiga Soekarno Cup 2026 setelah kalahkan Banteng Jatim 3-1, ditentukan gol Samalo...
Bupati Kediri Kejar Manajemen Talenta: 121 Pejabat Bisa Dimutasi
Bupati Kediri: pelantikan 121 pejabat bukan akhir; manajemen talenta ASN berpeluang memicu mutasi kembali da...
Kebaya 'Fatmawati Menak Sopal' Bawa Nama Trenggalek ke Nasional
Kebaya 'Fatmawati Menak Sopal' karya Yeni Purwati juara tiga Fatmawati Trophy Jatim dan wakili Jawa Timur ke...
Hasto Ajak Anak Muda Hidup Sehat lewat Lari Pagi di THOR Surabaya
Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto memimpin lari pagi di Lapangan THOR Surabaya (24/8/2026), mengajak anak muda...
Hasto Ajak Anak Muda Hidup Sehat lewat Lari Pagi di THOR
Hasto mengajak anak muda hidup sehat lewat lari pagi di Lapangan THOR Surabaya, menekankan disiplin, sportiv...