Politik

Kebaya 'Fatmawati Menak Sopal' Bawa Nama Trenggalek ke Nasional

Bagikan:
Kebaya Fatmawati Menak Sopal karya Yeni Purwati memperkenalkan budaya Trenggalek

Trenggalek — Kebaya karya Yeni Purwati dari Desa Karangan, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek, dinobatkan sebagai salah satu dari tiga desain terbaik pada Fatmawati Trophy Regional Jawa Timur di Hotel Vasa Surabaya, Minggu malam (23/8/2026). Kemenangan itu memberi Yeni tiket mewakili Jawa Timur ke kompetisi tingkat nasional.

Kemenangan dan tiket ke tingkat nasional

Yeni berhasil menempatkan desainnya, berjudul Fatmawati Menak Sopal Trenggalek, di antara para desainer terbaik Jawa Timur. Penilaian juri memasukkan karyanya ke babak tiga besar sehingga ia berhak maju ke kompetisi nasional.

“Alhamdulillah, perjuangan yang sia-sia. Prestasi ini juga berkat dukungan warga Trenggalek. Mudah-mudahan Trenggalek semakin harum namanya,”

Inspirasi: menyatukan Fatmawati dan Menak Sopal

Yeni memilih menggabungkan sosok Fatmawati Soekarno, tokoh penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia, dengan jejak budaya dan sejarah lokal Trenggalek—khususnya figur legenda Menak Sopal. Perpaduan dua nama itu menjadi inti cerita pada kebaya yang dibuatnya.

“Menak Sopal bagi warga Trenggalek adalah tokoh yang dihormati kala itu,”

Pada kain itu, setiap motif mengandung makna: bunga Sopal, ombak Laut Selatan, dan visual tebing karst Desa Watuagung, Kecamatan Dongko. Yeni menyebut desainnya sebagai peta budaya Trenggalek yang ditulis di atas kain.

“Jadi desain kebayanya menggambarkan sosok yang anggun dan potensi yang ada di Trenggalek. Nah, potensi ini diwujudkan dalam bentuk sebuah karya yang elegan dan bermakna,”

Proses kreatif: tiga minggu penuh fokus

Desain Fatmawati Menak Sopal Trenggalek dikerjakan dalam rentang waktu kurang dari tiga minggu. Dalam periode singkat itu Yeni menyelesaikan riset, sketsa motif, hingga produksi akhir kebaya. Ia mengaku tersentuh saat menyadari kaitan nama karyanya dengan sosok Fatmawati dan keluarga Soekarno.

“Bangga, bagi kami Ibu Fatmawati dan Ibu Megawati Soekarnoputri panutan dan teladan bagi dalam bermasyarakat,”

Selain sebagai perancang, Yeni aktif organisasi dan tercatat menjabat sebagai Wakil Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek. Namun di arena lomba, ia menekankan bahwa yang dibawa adalah identitas daerah, bukan sekadar identitas organisasi.

Makna bagi Trenggalek dan langkah berikutnya

Karya Yeni lebih dari busana; ia menjadi medium bercerita tentang sejarah, alam, dan budaya Bumi Menak Sopal. Dengan lolos ke tingkat nasional, kebaya ini akan menempatkan nama Trenggalek di panggung yang lebih luas, sekaligus memancing pertanyaan dan minat publik terhadap tokoh dan unsur budaya daerah tersebut.

Kini Yeni mempersiapkan diri untuk menghadapi kompetisi nasional, membawa sebuah karya yang lahir dari cerita lokal—sebuah cara sederhana namun kuat untuk memperkenalkan Trenggalek kepada Indonesia.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait