Politik

Kampung Magersari Hidupkan Nuansa Jadul untuk Dongkrak UMKM

Bagikan:
Suasana Kampung Magersari dengan pedagang kuliner tradisional dan sepeda ontel

Mojokerto, 23 Agustus 2026 — Kampung Magersari Gang 1 menata suasana tempo dulu untuk menggerakkan UMKM dan mengenalkan kembali permainan rakyat serta aktivitas budaya kepada warga.

Acara yang digelar pada Minggu itu menampilkan puluhan kuliner tradisional, pameran batik, serta beragam kegiatan edukatif dan layanan publik. Tujuannya jelas: memperkuat ekonomi lokal sekaligus melestarikan warisan budaya.

Suasana dan kuliner tradisional

Lebih dari 50 pilihan jajanan tradisional memenuhi sudut kampung. Pengunjung menemukan ketan sambal, nasi jagung, jamu kunyit asam, putu, getuk, gempo, hingga es potong.

Selain makanan, ada pula produk batik termasuk batik ecoprint yang menonjolkan pendekatan produksi ramah lingkungan. Keberagaman ini memberi ruang promosi bagi pelaku UMKM setempat.

Dukungan pemerintah dan pesan budaya

Wakil Wali Kota Mojokerto, Rachman Sidharta Arisandi, memberikan apresiasi terhadap konsep kampung jadul yang dihadirkan. Menurutnya, program ini memberi pengalaman berbeda dan membuka peluang pengembangan identitas kawasan.

"Alhamdulillah, di sini kelihatan kawan-kawan untuk membangkitkan UMKM. Apalagi memberi nuansa jadul, ini terasa fresh,"

Ia mendorong penguatan karakter kampung, baik melalui kuliner maupun aktivitas lain yang bisa menjadi ciri khas kawasan.

"Kalau memang ini sudah jadi semacam branding, ciri khas, kita mungkin bisa lebih memperkuat karakternya. Baik karakter tentang makanan, dan saya harap memang tidak hanya makanan,"

Ragam kegiatan dan layanan publik

Suasana jadul tak hanya tercipta lewat makanan. Komunitas sepeda ontel hadir memeriahkan suasana, sementara anak-anak bermain permainan rakyat.

Masyarakat juga dapat belajar mencanting batik secara gratis dan mengakses layanan publik. Berikut beberapa kegiatan yang tersedia:

  • Pertunjukan dan permainan tradisional untuk anak-anak
  • Pameran batik dan lokakarya mencanting
  • Pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah
  • Pelayanan Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan Perlindungan Sosial (Perlinsos)

Makna lebih luas dan prospek

Bagi Wakil Wali Kota, permainan tradisional bukan sekadar hiburan tetapi bagian dari warisan budaya yang mempertemukan anak-anak tanpa gawai. Ia menekankan pentingnya memberi ruang untuk interaksi langsung di tengah meningkatnya penggunaan ponsel.

"Permainan-permainan tradisional dan sebagainya mungkin yang bisa kita kuatkan. Ini yang memang perlu kita terus lestarikan. Juga sekaligus nanti kampanye kita mengurangi jam anak bermain HP,"

Secara keseluruhan, kegiatan di Kampung Magersari menghadirkan pesan kontemporer: budaya dapat menjadi sarana penguatan ekonomi warga. Lebih dari sekadar nostalgia, kegiatan ini menawarkan model pengembangan UMKM berbasis kearifan lokal dan interaksi sosial yang lebih sehat.

Minggu itu, kampung membuka kembali pintu ke masa lalu sambil menegaskan peran budaya dalam memperkuat ekonomi dan kebersamaan warga.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait