Lokal

SPPG Kerapuh Libatkan Petani dan UMKM untuk Program Makan Bergizi Gratis

Bagikan:
Dapur SPPG Kerapuh menyiapkan menu MBG dengan bahan baku buah, sayur, tempe, dan tahu lokal

Pada Selasa, 16 Juni, Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kerapuh di Desa Kerapuh, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai memperkuat kemitraan dengan petani dan pelaku UMKM lokal. Langkah ini dilakukan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus memberdayakan ekonomi masyarakat setempat.

Kemitraan langsung dengan petani dan UMKM

Kepala SPPG Kerapuh, Richi Arjuna Silitonga, menyatakan bahwa dapur memilih membeli bahan baku dari petani buah dan sayur serta pelaku UMKM di sekitar dapur. Pembelian meliputi buah dan sayur seperti melon, semangka, kacang panjang, dan mentimun. Selain itu, SPPG juga membeli produk olahan lokal, antara lain tempe dan tahu, dengan syarat kualitas terpenuhi.

"Salah satu bentuk pemberdayaan adalah menjalin kemitraan dengan petani buah dan petani sayur serta UMKM di Dolok Masihul, khususnya di Desa Kerapuh," kata Richi.

Manfaat timbal balik bagi dapur dan pemasok

Kemitraan itu menciptakan hubungan simbiosis mutualisme. Dapur memperoleh bahan baku segar untuk menu MBG, sementara petani dan pelaku UMKM mendapat pasar yang lebih stabil. Menurut Richi, skema ini membantu petani dan pembuat tempe-tahu menjual hasil panen dan produksinya tanpa kesulitan.

Pengawasan mutu bahan baku

Untuk menjaga kualitas, pihak SPPG rutin meninjau langsung ke ladang dan lokasi produksi UMKM. Pemeriksaan dilakukan agar buah, sayur, tahu, dan tempe yang disuplai sesuai standar gizi dan kebersihan dapur. Kriteria kualitas menjadi salah satu syarat utama sebelum pembelian dilakukan.

"Dengan pemberdayaan kemitraan ini tentunya akan tercipta hubungan saling menguntungkan. Kami mendapatkan bahan baku berkualitas, sedangkan petani serta UMKM memperoleh penghasilan yang lebih baik," ujar Richi.

Rencana pengembangan dan prioritas ke depan

Richi menyampaikan bahwa ke depan program kemitraan dan pemberdayaan akan ditingkatkan dan diprioritaskan. Peningkatan ini diharapkan sejalan dengan upaya memperbaiki layanan kepada penerima manfaat MBG. Dengan demikian, program tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi tetapi juga mendorong kesejahteraan ekonomi lokal.

Langkah SPPG Kerapuh menunjukkan model sinergi antara program sosial dan pengembangan ekonomi daerah, yang dapat menjadi contoh bagi inisiatif serupa di wilayah lain.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait