Alexander Sorloth Diserang Netizen Usai Norwegia Tersingkir
Penyerang Timnas Norwegia, Alexander Sorloth, menjadi sasaran kebencian di media sosial setelah Norwegia kalah 1-2 dari Inggris pada perempat final Piala Dunia 2026, Minggu 12 Juli 2026 WIB. Serangan itu muncul usai momen kontroversial ketika Sorloth memilih menembak dalam situasi dua lawan satu, alih-alih mengoper kepada rekan bebas Erling Haaland.
Momen yang Memicu Kritik
Kontroversi bermula pada akhir babak pertama, saat Norwegia sempat unggul 1-0. Dalam situasi dua lawan satu, tembakan Sorloth diblok bek Inggris, John Stones. Inggris kemudian menyamakan melalui Jude Bellingham dan memastikan kemenangan 2-1 lewat babak tambahan waktu.
Pengakuan dan Penyesalan Sorloth
Sorloth mengakui niat awalnya adalah mengoper kepada Haaland, tetapi melihat jalur umpan tertutup oleh Stones sehingga memilih menembak. Ia menyebut momen itu sebagai beban emosional yang besar.
"Setelah sentuhan pertama, saya melihat Stones menutup jalur umpan. Saya sebenarnya ingin mengoper kepada Haaland, tetapi peluang itu sudah tertutup sehingga memilih menembak langsung."
Sorloth, yang berusia 30 tahun dan membela Atletico Madrid, mengatakan ia terus memikirkan apa yang seharusnya bisa dilakukan lebih baik. "Ini merupakan momen yang sangat berat," ujarnya, menegaskan penyesalan atas peluang yang berujung pada tersingkirnya timnya dari Piala Dunia.
Serangan ke Pribadi dan Keluarga
Kritik terhadap keputusan Sorloth berkembang menjadi serangan pribadi. Unggahan terbaru pemain itu dibanjiri lebih dari 100 ribu komentar, banyak berisi hinaan, cacian, bahkan tudingan bahwa ia tidak layak bermain lagi.
Serangan tidak hanya ditujukan pada Sorloth. Kekasihnya, Lena Selnes, juga menerima pesan ancaman dan pelecehan di media sosial. Selnes mengungkapkan kekhawatirannya atas pesan-pesan yang diterima dan akhirnya memilih angkat bicara.
"Piala Dunia dan sepak bola memang menghadirkan banyak kebahagiaan, tetapi juga memunculkan begitu banyak kebencian. Awalnya saya tidak ingin menanggapi hal ini, tetapi komentar-komentar seperti ini membuat saya merasa perlu berbicara."
Selnes memposting beberapa contoh pesan yang berisi cacian dan ancaman pembunuhan terhadap dirinya dan Sorloth.
Perundungan Daring Berulang di Sepak Bola
Kasus ini menambah daftar pemain yang menjadi korban perundungan daring usai pertandingan besar. Sebelumnya, penyerang Timnas Kolombia, Jhon Córdoba, dan keluarganya juga mengalami perundungan setelah gugurnya timnya di babak 16 besar.
- Jenis serangan: hinaan, cacian, ancaman fisik, dan serangan kepada keluarga.
- Dampak: tekanan emosional pada pemain dan orang terdekatnya.
Insiden ini kembali menyorot masalah perundungan daring dalam sepak bola internasional dan menimbulkan pertanyaan tentang perlindungan pemain serta tanggung jawab platform media sosial terhadap konten berbahaya.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Chiesa Cedera, Liverpool Kehilangan Winger Andalan
Federico Chiesa mengalami cedera otot saat laga pramusim lawan Como dan dipastikan absen sepanjang musim ber...
Turnamen Tenis RRI Diikuti 14 Kementerian, Lembaga, dan BUMN
Turnamen tenis RRI di Jakarta Selatan diikuti 14 kontingen kementerian, lembaga, dan BUMN sebagai rangkaian...
Diogo Ramalho: Sembilan Hari di Thailand Percepat Adaptasi Persebaya
Diogo Ramalho menyebut pemusatan latihan sembilan hari di Thailand mempercepat adaptasi dan mempererat kekom...
PT LIB Rombak Direksi Perkuat Pengawasan Jelang Musim 2026/2027
PT LIB merombak struktur direksi pada RUPS 26 Agustus 2026 untuk memisah fungsi bisnis dan administrasi demi...
Barca Menang 2-0 atas Athletic, Pertahankan Rekor Kandang
Barcelona menang 2-0 atas Athletic di Spotify Camp Nou (28/8/2026) lewat gol Raphinha dan Fermin, menjaga re...
Alonso: Luton Sulit Ditaklukkan, Chelsea Menang 2-0
Xabi Alonso sebut Luton sulit ditaklukkan, namun Chelsea menang 2-0 di Carabao Cup dan dapat pelajaran penti...