Soekarno Cup 2026 Galang Rp545 Juta untuk Korban Gempa NTT
SURABAYA — Turnamen sepak bola U-17 Soekarno Cup 2026 menyalurkan Rp545 juta untuk korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Penyerahan bantuan dilakukan pada penutupan di Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin (24/8/2026), sebagai bentuk solidaritas panitia dan peserta terhadap bencana kemanusiaan.
Dana Gotong Royong Diserahkan Langsung
Bantuan Rp545 juta diserahkan oleh Ketua Soekarno Cup 2026, Komarudin Watubun, bersama Ketua DPP PDI Perjuangan Prananda Prabowo dan panitia daerah kepada Ketua DPD PDI Perjuangan NTT. Dana itu merupakan hasil penggalangan yang berlangsung selama turnamen.
Komarudin mengatakan inisiatif pengumpulan dana muncul spontan di tengah pelaksanaan kompetisi. Panitia menilai musibah di NTT bukan hanya duka daerah, melainkan duka seluruh bangsa.
“Bagi kami itu musibah di sana, duka NTT adalah duka bangsa Indonesia.”
Dia menegaskan semangat kepedulian tersebut sejalan dengan pesan para pendiri bangsa untuk selalu menangis dan tertawa bersama rakyat.
“Kesedihan mereka adalah kesedihan kita.”
Soekarno Cup: Lebih dari Sekadar Mencari Juara
Selain aksi sosial, turnamen yang diikuti 16 tim daerah itu juga berfungsi membuka jalan bagi talenta muda menuju level profesional. Panitia menyatakan ada pemain yang kini masuk radar klub nasional.
- 14 pemain dinyatakan potensial;
- 10 pemain dilirik klub Liga 3;
- 4 pemain menarik perhatian klub Liga 2.
Komarudin menyebut pencapaian itu sebagai bukti bahwa kompetisi usia muda berperan sebagai jembatan antara lapangan daerah dan ekosistem profesional.
“Ini adalah bukti bahwa Soekarno Cup memiliki arti penting untuk membuka jalan bagi talenta-talenta akar rumput di berbagai pelosok tanah air menuju jenjang sepak bola profesional.”
Standar Teknis dan Pesan untuk Pemain Muda
Penyelenggara menjaga kualitas pertandingan dengan menerapkan standar teknis yang ketat. Wasit menggunakan standar Liga 1 dan teknologi Video Assistant Referee (VAR) untuk memastikan pertandingan berlangsung adil.
Komarudin memberi peringatan agar para pemain muda tidak cepat puas. Mereka diminta terus mengasah kemampuan dan membawa semangat perjuangan untuk prestasi nasional.
“Mari terus nyalakan api perjuangan dan buktikan bahwa dari lapangan sepak bola kampung dapat lahir pemain berkelas untuk kejayaan Indonesia.”
Penutup
Soekarno Cup 2026 berakhir dengan laga final antara Banteng Bali dan Banteng Jawa Barat. Namun, turnamen ini meninggalkan dua warisan penting: sebagai jalur pengembangan talenta muda dan sebagai arena solidaritas antardaerah dalam menghadapi bencana.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Banteng Papua Raya Rebut Tempat Ketiga Soekarno Cup 2026
Banteng Papua Raya finis ketiga Soekarno Cup 2026 setelah kalahkan Banteng Jatim 3-1, ditentukan gol Samalo...
Bupati Kediri Kejar Manajemen Talenta: 121 Pejabat Bisa Dimutasi
Bupati Kediri: pelantikan 121 pejabat bukan akhir; manajemen talenta ASN berpeluang memicu mutasi kembali da...
Kebaya 'Fatmawati Menak Sopal' Bawa Nama Trenggalek ke Nasional
Kebaya 'Fatmawati Menak Sopal' karya Yeni Purwati juara tiga Fatmawati Trophy Jatim dan wakili Jawa Timur ke...
Hasto Ajak Anak Muda Hidup Sehat lewat Lari Pagi di THOR Surabaya
Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto memimpin lari pagi di Lapangan THOR Surabaya (24/8/2026), mengajak anak muda...
Hasto Ajak Anak Muda Hidup Sehat lewat Lari Pagi di THOR
Hasto mengajak anak muda hidup sehat lewat lari pagi di Lapangan THOR Surabaya, menekankan disiplin, sportiv...
Risma Pimpin Tanggap Darurat Gempa NTT, Fokus Wilayah Terisolasi
Tri Risma pimpin operasi tanggap darurat gempa NTT sejak 16 Agustus, fokus ke wilayah terisolasi dan penanga...