BGN Adopsi Shokuiku dan Kyushoku untuk Perkuat Program MBG
Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan terobosan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mengadopsi konsep pendidikan pangan Jepang, yaitu Shokuiku, dan program makan siang sekolah Kyushoku. Pengumuman ini disampaikan Jubir BGN, Tysa Novenny, dalam keterangannya di Instagram pribadinya pada 28 September 2026. Langkah ini bertujuan memperluas fokus MBG dari sekadar penyediaan makanan menjadi pendidikan gizi dan sikap menghargai makanan.
Konsep yang diadopsi: Shokuiku dan Kyushoku
BGN mempelajari dua konsep utama dari praktik di Jepang. Shokuiku adalah pendidikan tentang makanan dan nutrisi. Kyushoku merujuk pada program makan siang di sekolah yang juga berfungsi sebagai sarana pembelajaran.
Apa itu Shokuiku?
Shokuiku tidak hanya soal memberi makanan. Ini mencakup pendidikan mengenai nilai gizi, proses penyediaan, dan pembentukan sikap menghargai makanan. Menurut penjelasan BGN, pendekatan ini diharapkan meningkatkan pemahaman penerima manfaat terhadap pola makan sehat dan pilihan asupan.
- Meningkatkan kesehatan fisik dan mental
- Memperkaya kualitas hidup dan apresiasi terhadap makanan
- Melibatkan keluarga, pendidik, dan penyedia layanan anak
Bagaimana Kyushoku bekerja?
Kyushoku mengintegrasikan makan siang sekolah ke dalam proses belajar. Siswa makan bersama, bisa bergantian melayani, dan ikut membersihkan setelah makan. Praktik ini mengajarkan kerja sama, etiket, serta rasa hormat terhadap makanan.
- Menu seimbang (nasi, sup, sayur, protein) disusun sesuai kebutuhan gizi
- Peran ahli gizi dalam penyusunan menu
- Nilai budaya seperti mottainai (tidak menyia-nyiakan makanan)
Pelatihan dan kesiapan BGN
Perwakilan BGN mengikuti pelatihan dari Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk memahami penerapan program makan bergizi ala Jepang. BGN juga merujuk pada dokumen-dokumen pendidikan gizi Jepang untuk merancang adaptasi lokal.
"Akan ada terobosan baru. Dalam penerapan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilakukan oleh Badan Gizi Nasional,"
"Shokuiku namanya, pendidikan makanan dan nutrisi. Shokuiku diterapkan dalam makan siang di sekolah bersama dengan Kyushoku,"
Waktu penerapan dan langkah selanjutnya
Meski konsep sudah dipelajari, BGN belum menetapkan kapan Shokuiku dan Kyushoku akan mulai diterapkan. Keputusan waktu pelaksanaan masih menunggu kebijakan lanjutan dari BGN.
"Kapan BGN akan menerapkan ini? Tunggu tanggal mainnya!"
Rencana ini menandakan pergeseran strategi MBG dari sekadar distribusi pangan ke pendekatan yang lebih komprehensif. Jika diimplementasikan, program dapat meningkatkan literasi gizi siswa dan masyarakat serta memperkuat kebiasaan makan sehat jangka panjang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
KRI Sriwijaya-100 Dimodifikasi untuk Dukung Penanganan Bencana
KRI Sriwijaya-100 dimodifikasi untuk mengoperasikan helikopter dan drone, memperkuat peran kapal dalam penan...
Hari Kesaktian Pancasila 2026: Bukan Libur, Ini Jadwal Upacara
Hari Kesaktian Pancasila diperingati 1 Oktober 2026; tidak termasuk libur nasional. Simak jadwal upacara di...
Komnas Perempuan Desak Kepastian Layanan Kesehatan Reproduksi Korban
Komnas Perempuan desak kepastian akses layanan kesehatan reproduksi bagi korban kekerasan seksual yang menga...
Qodari: Pendidikan Gratis Perluas Akses Pendidikan Berkualitas
Qodari menyatakan pendidikan gratis dari TK hingga perguruan tinggi akan membuka akses pendidikan berkualita...
Komnas: Korban Kekerasan Seksual Sering Dipaksa Aborsi
Komnas Perempuan: 203 kasus pemaksaan aborsi; korban menghadapi tekanan dan sering mendapat pertolongan terl...
Wapres Pastikan Penanganan Korban Keracunan di Batang
Wapres Gibran ke SDN Pasusukan (28/9/2026) memastikan penanganan korban dugaan keracunan makanan dan minta i...