Shelton Pertahankan Gelar Canadian Open, Ikuti Jejak Nadal
Ben Shelton mempertahankan gelar Canadian Open setelah menundukkan Brandon Nakashima 6-3, 7-6(4) pada final Jumat, 14 Agustus 2026 di IGA Stadium, Montreal. Kemenangan ini menjadikan Shelton pemain putra pertama sejak Rafael Nadal yang meraih gelar beruntun di turnamen tersebut.
Ringkasan final dan catatan istimewa
Shelton menyelesaikan turnamen tanpa kehilangan satu set pun, sebuah prestasi langka yang terakhir dicatat oleh Novak Djokovic sekitar satu dekade lalu dan sebelumnya oleh Ivan Lendl pada 1987. Di final, Shelton tampil agresif sejak awal dan menutup laga dalam dua set.
- Skor akhir: 6-3, 7-6(4)
- Ace: 7
- Memenangi 86% poin dari servis pertama
- Tidak kehilangan servis dalam tiga laga beruntun
Jalannya pertandingan
Shelton membuka keunggulan dengan pengembalian forehand yang keras dan konsisten menekan servis Nakashima. Pada set kedua, Nakashima memberi perlawanan kuat sehingga pertandingan ditentukan melalui tie-break.
Di tie-break, Shelton sempat tertinggal 1-2 namun merebut poin penting melalui pengembalian atas dua servis kedua lawan yang gagal dikembalikan. Setelah berbalik unggul 4-2 lewat mini-break, ia menutup pertandingan dengan pukulan forehand menyusuri garis.
Kata pemain
“Bisa bermain seperti yang saya tunjukkan pekan ini dan melewatinya tanpa kehilangan set menunjukkan kerja keras yang telah saya lakukan. Hal itu juga menunjukkan ketangguhan mental serta kemampuan saya untuk tetap fokus menghadapi segala sesuatu sepanjang pekan ini,”
— Ben Shelton menjelaskan kegembiraannya usai pertandingan.
“Selamat untuk Ben, level permainannya luar biasa sepanjang pekan ini. Orang mungkin tidak menyadari betapa sulitnya mempertahankan gelar di kota berbeda,”
— Brandon Nakashima memberi pujian saat upacara penyerahan trofi.
Dampak bagi musim dan prospek US Open
Usia 23 tahun, Shelton kini menempati peringkat 10 dunia dan menambah koleksi gelarnya menjadi empat pada musim 2026. Meski sempat tersingkir lebih awal di Wimbledon dan French Open, penampilannya di Montreal memperkuat statusnya sebagai ancaman serius menjelang US Open yang akan dimulai akhir Agustus 2026.
Gelar Grand Slam masih jadi target utama yang belum ia capai. Kemenangan beruntun di Canadian Open memberikan dorongan kepercayaan diri sekaligus menegaskan konsistensi Shelton pada permukaan keras menjelang turnamen besar berikutnya.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Xavi Hernandez Resmi Jadi Pelatih Timnas Belanda
Xavi Hernandez ditunjuk pelatih Timnas Belanda hingga Piala Dunia 2030; debut lawan Jerman 24 September 2026...
Latihan Intensif Persija di Thailand: Hari Ketiga Bersama Shin Tae-yong
Persija sudah tiga hari berlatih di Thailand bersama Shin Tae-yong; latihan semakin berat namun pemain tetap...
PRSI dan IESPA Luncurkan TEMPOER Robot Game di Esports Kapolri Cup
PRSI dan IESPA meluncurkan TEMPOER Robot Game di Esports Kapolri Cup 2026 untuk menjaring talenta dan mengua...
Zidane Gandeng Barthez sebagai Pelatih Kiper Timnas Prancis
Zidane resmi menunjuk Fabien Barthez sebagai pelatih kiper Timnas Prancis; persetujuan Federasi FFF dan peng...
Dunleavy Yakin Curry Akan Menutup Karier di Warriors
GM Mike Dunleavy yakin Stephen Curry akan mengakhiri kariernya bersama Warriors, meski kini berusia 38 tahun...
Sananta Bongkar Kekuatan Penang FC Jelang Persebaya di GBT
Ramadhan Sananta mengaku paham gaya Penang FC berkat pengalaman di DPMM; Persebaya siap hadapi laga internas...