Selandia Baru Kejar Lolos 32 Besar di Piala Dunia 2026
Selandia Baru datang ke Piala Dunia 2026 dengan ambisi lebih besar dari sekadar ikut serta: tim menargetkan kemenangan pertama di putaran final sekaligus berupaya menembus fase gugur untuk kali pertama dalam sejarah. Turnamen akan berlangsung di Amerika Utara dan All Whites membuka laga grup melawan Iran pada 16 Juni 2026 pukul 08.00 WIB.
Kualifikasi dominan dan persiapan
Selandia Baru melaju ke Piala Dunia setelah perjalanan kualifikasi yang hampir sempurna di zona OFC. Mereka memulai babak dengan kemenangan 3-0 atas Tahiti, lalu menang besar 8-1 atas Vanuatu dan 8-0 atas Samoa untuk memastikan tempat di babak berikutnya. Dominasi berlanjut dengan kemenangan 7-0 atas Fiji dan 3-0 atas Kaledonia Baru, sehingga tiket ke Amerika Utara pun dikantongi.
Peran Darren Bazeley
Pencapaian itu tidak lepas dari peran pelatih Darren Bazeley, yang diangkat menangani tim senior pada 2023 setelah lama membina kelompok usia. Bazeley, mantan pemain Watford, sebelumnya sukses membawa tim U-20 Selandia Baru lolos ke fase gugur Piala Dunia U-20 pada beberapa edisi. Ia juga memimpin tim meraih juara di OFC Men's Nations Cup 2024, membangun fondasi taktik dan mental yang kini diuji di level tertinggi.
Rekam jejak di putaran final
Meskipun baru tiga kali tampil di putaran final, sejarah Selandia Baru cukup menarik. Debut mereka pada 1982 berakhir dengan tiga kekalahan dari Skotlandia, Uni Soviet, dan Brasil, namun pada 2010 mereka menorehkan capaian terbaik: tak terkalahkan di fase grup dengan tiga hasil imbang melawan Slovakia, Italia, dan Paraguay.
Pada edisi 2010, gol dramatis Winston Reid membawa hasil imbang 1-1 melawan Slovakia, sementara Shane Smeltz sempat memberi kejutan dengan gol cepat melawan Italia. Meski gagal lolos ke 16 besar, All Whites menjadi satu-satunya tim yang tak terkalahkan di turnamen tersebut.
Grup, tantangan, dan prospek
Di Piala Dunia 2026, Selandia Baru tergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Iran. Lawan-lawan ini menghadirkan kombinasi pengalaman dan kualitas individu yang tinggi, sehingga tugas All Whites menjadi berat namun bukan tanpa peluang.
Dengan generasi baru yang dipimpin Chris Wood dan arahan taktis Bazeley, Selandia Baru memasuki turnamen dengan tujuan jelas: meraih kemenangan perdana di putaran final dan menembus fase gugur. Keberhasilan di kualifikasi memberi modal penting, namun performa di lapangan melawan lawan kuat akan menentukan seberapa jauh tim ini bisa melaju.
Jika All Whites mampu mempertahankan organisasi pertahanan dan memaksimalkan peluang serangan, rekor tanpa kemenangan di putaran final bisa terpecahkan dan sejarah baru menanti di Piala Dunia 2026.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Cosmo JNE Jakarta Bungkam Nanzaby FC Kepri 3-2 di PFL 2026
Cosmo JNE Jakarta menang 3-2 atas Nanzaby FC Kepri di GOR POPKI Cibubur, Sabtu 3 Oktober 2026, setelah gol c...
Djokovic Taklukkan Zverev, Catat 32 Kemenangan Beruntun di Beijing
Novak Djokovic menundukkan Alexander Zverev 4-6, 6-4, 6-4 di Beijing, mencatat rekor 32 kemenangan beruntun...
Asian Games 2026 Ditutup, Dubes RI Apresiasi Kontingen Indonesia
Dubes RI Nurmala Kartini mengapresiasi perjuangan kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang...
Meydiana Laviola Bawa Merah Putih dengan Kebaya Prada Bali
Meydiana Laviola tampil sebagai pembawa bendera dengan kebaya Prada Bali karya Ghea Panggabean pada penutupa...
Meydiana Reinnamah Jadi Flag Bearer dengan Prada Bali
Meydiana Reinnamah jadi pembawa bendera Indonesia di Closing Asian Games 2026, mengenakan kebaya Prada Bali...
Alcaraz Melaju ke Semifinal Japan Open Usai Shapovalov Mundur
Carlos Alcaraz melaju ke semifinal Japan Open 2026 setelah Denis Shapovalov mundur karena cedera saat skor 7...