Sekolah Rakyat: Akses Pendidikan Gratis untuk 44 Ribu Anak
Lebih dari 44.000 anak
Program dan cakupan
Program Sekolah Rakyat digagas Presiden Prabowo Subianto untuk memutus jalur transmisi kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan dan pemberdayaan. Saat ini program telah beroperasi di 182 wilayah, naik dari 166 titik pada tahun pertama peluncuran.
Perluasan cakupan dilakukan agar lebih banyak anak mendapat layanan pendidikan berkualitas tanpa biaya. Pemerintah juga menargetkan cakupan yang lebih merata di seluruh kabupaten dan kota.
Data dan mekanisme penerima manfaat
Setiap siswa yang mendapat layanan terdaftar berdasarkan nama dan alamat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Mekanisme ini diterapkan agar bantuan negara tepat sasaran dan hanya diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.
Penggunaan DTSEN juga dimaksudkan untuk mengurangi duplikasi bantuan dan mempercepat proses verifikasi penerima manfaat.
Infrastruktur: gedung permanen dan target 2027
Sampai saat ini, pemerintah telah menyelesaikan pembangunan 93 gedung Sekolah Rakyat permanen. Gedung-gedung tersebut mulai beroperasi antara pertengahan Juli hingga awal September 2026 untuk memperluas kapasitas layanan.
Pemerintah menetapkan target ambisius pada 2027: melayani lebih dari 150.000 siswa dan memastikan setiap kabupaten/kota memiliki minimal satu gedung permanen dengan kapasitas lebih dari 2.000 siswa.
Kata pejabat
"Pemerintah memastikan lebih dari 44 ribu anak dari keluarga miskin jenjang SD, SMP, hingga SMA kembali mendapat akses pendidikan berkualitas secara gratis. Sehingga kemiskinan orang tua tidak lagi menjadi penghalang masa depan anak,"
— Devi Deliani, Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Sosial, di Jakarta, 18 September 2026.
Dampak dan prospek
Perluasan Sekolah Rakyat diharapkan menekan angka putus sekolah dan meningkatkan kesempatan belajar bagi anak dari keluarga berpenghasilan rendah. Pelaksanaan berbasis data diharapkan memperbaiki akurasi penyaluran bantuan.
Ke depan, tantangan utama adalah memastikan kualitas pendidikan di setiap gedung baru tetap terjaga dan mempercepat pembangunan infrastuktur sesuai target. Jika berhasil, program ini berpotensi mengubah lintasan pendidikan ribuan anak dan mengurangi kemiskinan antargenerasi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Damkarmat Banjar Kirim 4 Penyelam Cari Korban KM Virgo
Empat penyelam bersertifikat Damkarmat Banjar dikerahkan untuk memperkuat pencarian korban KM Virgo di perai...
Mulai Januari 2027, PPPK Penuh Waktu Didorong Menjadi ASN Lewat Tes
Mulai Januari 2027, PPPK penuh waktu akan didorong jadi ASN melalui tes kompetensi, sementara PPPK paruh wak...
Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H pada 8 Februari 2027
PP Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1448 H pada 8 Februari 2027 berdasarkan KHGT; pemerintah masih menunggu...
FKBI Soroti 25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Salah Label
FKBI menyoroti 25 merek beras fortifikasi yang diduga tidak sesuai label terkait kandungan, perizinan labora...
Ragunan Diprediksi Dikunjungi Lebih dari 30 Ribu Orang
Taman Margasatwa Ragunan diperkirakan kedatangan lebih dari 30.000 pengunjung pada Minggu pagi, dengan kesia...
Vape Berisi Etomidate, BPOM Siap Bantu Pengusutan Kasus Jule
BPOM siap bantu polisi usut vape berisi etomidate yang menjerat selebgram Jule; laboratorium dan ahli akan d...