Ekonomi

BAZNAS Santripreneur 2026 Siapkan Santri Jadi Pengusaha Fesyen

Bagikan:
Peserta Bootcamp Santripreneur BAZNAS 2026 mengikuti pelatihan fesyen di Jakarta

BAZNAS menggelar Bootcamp Santripreneur Klaster Fesyen 25–29 Juni 2026 di Jakarta untuk membekali 50 santri terpilih menjadi pengusaha fesyen mandiri. Kegiatan ini bertujuan memperkuat keterampilan bisnis, mendorong digitalisasi usaha, dan menumbuhkan industri fesyen yang digerakkan oleh kalangan santri.

Seleksi peserta dan pelaksanaan

Bootcamp berlangsung pada 25–29 Juni 2026 di Jakarta dengan tagline Brand Santri Mengguncang Industri. Dari 927 pendaftar yang masuk, hanya 50 peserta terpilih mengikuti pelatihan intensif selama lima hari.

Tujuan program

Program Santripreneur adalah bagian dari upaya pendayagunaan BAZNAS untuk mengembangkan potensi ekonomi santri. Tujuannya untuk mencetak santri yang berjiwa wirausaha dan mampu memberi dampak sosial-ekonomi bagi lingkungan.

Santripreneur ini memang kami adakan untuk membangun santri yang tidak hanya memiliki spirit dan jiwa usaha, tetapi kami ingin menciptakan santri-santri pengusaha, bukan sekadar pengusaha yang kebetulan santri,

BAZNAS memilih klaster fesyen karena prospeknya besar dan permintaan pasar terus meningkat. Menurut penyelenggara, industri fesyen berpeluang menjadi sumber penghasilan berkelanjutan bagi para santri.

Potensinya (dunia fesyen) sebenarnya sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Hanya saja kami ingin industri itu tumbuh dari kalangan santri,

Antusiasme dan harapan pengelola

Direktur penguatan pendistribusian dan pendayagunaan BAZNAS mencatat tingginya minat pendaftar. Pendaftaran dibuka 12–26 Mei 2026 dan diikuti 927 orang dari berbagai daerah.

Sejak pendaftaran dibuka pada 12 hingga 26 Mei 2026, tercatat sebanyak 927 orang mendaftarkan diri untuk mengikuti kompetisi ini,

Tujuan besar kita adalah mengubah para santri yang semula merupakan mustahik menjadi muzaki. Melalui program ini, teman-teman sekalian akan ikut mewujudkan visi besar kita bersama, yaitu memperkuat peran zakat agar menjadi lebih bermakna dan berdayaguna bagi masyarakat,

Materi pelatihan dan dukungan lanjutan

Selama lima hari, peserta mendapat pelatihan terfokus untuk memperkuat usaha fesyen mereka. Materi mencakup:

  • Strategi digitalisasi dan pemasaran online
  • Manajemen usaha dan produksi
  • Pengemasan merek dan desain produk
  • Jaringan bisnis dan akses pasar

Selain pelatihan, BAZNAS menyiapkan dukungan lanjutan. Tiga peserta terbaik akan menerima bantuan modal usaha sekaligus pembinaan dan pendampingan untuk mengembangkan bisnis fesyen masing-masing.

Pengalaman peserta

Salah satu peserta, Arifin dari Rembang yang kini mondok di Semarang, membawa brand Rembang Klod yang memproduksi kaos, jaket, dan merchandise bertema budaya daerah. Ia menyambut program ini sebagai jawaban kebutuhan pengembangan usaha.

Terima kasih BAZNAS. Program ini pastinya akan sangat bermanfaat bagi kami, terutama santri yang masih membutuhkan banyak pengetahuan tentang kewirausahaan, khususnya di bidang fesyen. Jadi bukan hanya bantuan modal, tetapi juga pengetahuan, pengalaman, dan relasi,

Implikasi ke depan

Program ini memberi peluang nyata untuk mentransformasi peran santri dalam ekonomi kreatif. Dengan kombinasi pelatihan, pendanaan, dan pembinaan, BAZNAS berharap muncul pengusaha fesyen baru dari pesantren yang mampu bersaing di pasar nasional.

Keberlanjutan program bergantung pada hasil pembinaan dan kemampuan peserta mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama bootcamp. Jika berhasil, model ini bisa diperluas ke klaster usaha lain dan menjangkau lebih banyak santri di masa depan.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait