Stimulus Tiket Pesawat Diharapkan Percepat Pemulihan Penerbangan
Stimulus subsidi tiket pesawatPPN ditanggung pemerintah dinilai menurunkan harga tiket sekitar sebelas persen dan diharapkan mendorong minat bepergian pada periode program. Pernyataan ini disampaikan Sekretaris Jenderal INACA, Bayu Sutanto, yang juga menyorot tekanan biaya operasional dan kebutuhan kebijakan jangka panjang untuk mendukung pemulihan industri penerbangan nasional.
Efek pada harga tiket dan permintaan
Bayu menyampaikan bahwa kebijakan pembebasan PPN untuk tiket ekonomi domestik membuat harga rata-rata turun sekitar sebelas persen selama program berjalan. Penurunan ini berpotensi mendorong penumpang, terutama pada masa liburan sekolah.
"Penumpang yang membeli tiket pada periode program akan menikmati penurunan harga sekitar sebelas persen."
Meski demikian, Bayu memperkirakan kenaikan permintaan belum akan sangat besar. Ia menilai stimulus membantu menggerakkan minat, tetapi dampaknya terbatas oleh kondisi ekonomi dan kebiasaan perjalanan pasca-pandemi.
Tekanan biaya yang masih berat bagi maskapai
Di sisi lain, industri penerbangan nasional masih menghadapi tekanan finansial signifikan. Bayu menekankan beberapa faktor eksternal yang memperberat operasional.
- Kenaikan harga avtur yang menambah biaya bahan bakar.
- Pelemahan nilai tukar rupiah yang meningkatkan beban biaya dolar.
- Penyesuaian frekuensi dan jaringan penerbangan oleh maskapai untuk menekan biaya.
"Industri penerbangan masih berada dalam tahap pemulihan dan menghadapi tekanan besar akibat berbagai faktor global."
Strategi bertahan dan implikasi jangka panjang
Menurut Bayu, banyak maskapai memilih strategi bertahan dengan memfokuskan layanan pada rute berpermintaan tinggi dan mengurangi frekuensi pada rute yang kurang menguntungkan. Langkah ini membantu menjaga arus kas namun menimbulkan risiko keterbatasan layanan bagi segmen pasar tertentu.
Untuk menciptakan kepastian usaha, ia mendorong pemerintah dan regulator melakukan langkah strategis, termasuk revisi tarif batas atas dan evaluasi kebijakan PPN.
"Kami berharap minat masyarakat bepergian meningkat dengan adanya PPN ditanggung pemerintah meskipun kenaikannya tidak besar."
Kesimpulan dan prospek
Stimulus tiket memberikan dorongan jangka pendek untuk permintaan, tetapi belum menyelesaikan masalah struktural industri. Tanpa kebijakan jangka panjang dan dukungan terhadap biaya operasional, pemulihan penuh maskapai bisa berlangsung lebih lambat. Evaluasi tarif, kepastian regulasi, dan kebijakan fiskal yang berpandangan jauh ke depan diperlukan untuk mendukung kelangsungan usaha penerbangan nasional.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
BAZNAS dan Kemenkop Sinergi Perkuat Koperasi agar UMKM Naik Kelas
BAZNAS dan Kemenkop bertemu 25 Juni 2026 untuk integrasikan program mikro lewat koperasi agar mustahik dan U...
BRI Life Dukung UMKM Fun Run 5K: Perkuat Literasi Keuangan
BRI Life ikut UMKM Fun Run 5K di Jakarta (21 Juni 2026) untuk promosikan literasi keuangan, edukasi asuransi...
KAI Services Tukar Sampah 57 Keluarga di Pasar Gaplok
KAI Services menukar sampah warga Pasar Gaplok dengan paket sembako untuk 57 keluarga pada 24 Juni 2026 seba...
Rupiah Menguat di Akhir Pekan saat Selat Hormuz Kembali Aktif
Rupiah menguat 0,12% ke Rp17.922 per USD setelah Selat Hormuz kembali aktif; inflasi AS dan pemangkasan angg...
Said Iqbal Janji Sampaikan Tuntutan SP PLN ke Presiden Prabowo
Said Iqbal berjanji menyampaikan tuntutan SP PLN soal RUPTL ke Presiden Prabowo usai Rakernas di Jakarta, me...
IHSG Ditutup Melemah ke 5.887,79 pada 26 Juni 2026
IHSG ditutup melemah ke 5.887,79 pada 26 Juni 2026, terdorong sentimen global, kebijakan suku bunga, dan tek...